balibercerita.com –
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali terus mempercepat transformasi layanannya melalui berbagai pembenahan fasilitas, peningkatan kualitas pelayanan, dan penguatan kompetensi SDM. Seluruh langkah ini dilakukan untuk memastikan bandara kebanggaan Pulau Dewata tersebut mampu menjawab kebutuhan penumpang yang terus berkembang sekaligus memenuhi standar global layanan kebandaraudaraan.
Pelaksana Harian (PH) General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ibnu Solikin menegaskan bahwa peningkatan layanan dilakukan secara menyeluruh dan berorientasi pada pengalaman penumpang. “Pelayanan di bandara sangat dipengaruhi karakteristik penumpangnya. Karena itu kami terus berbenah dengan pendekatan yang berpusat pada kebutuhan penumpang. Seluruh pembaruan kami susun secara terencana dan terukur agar memberikan dampak nyata,” ujarnya, Minggu (30/11).
Saat ini bandara tengah menjalankan 24 program perbaikan fasilitas, mulai dari revitalisasi area check-in, peningkatan kualitas toilet, penambahan hand baggage trolley, optimalisasi akses transportasi publik, perbaikan jaringan WiFi, hingga penataan ulang signage. Berbagai langkah ini menjadi bagian dari agenda besar transformasi layanan.
Selain itu, bandara juga menyiapkan program peningkatan kenyamanan ruang publik, termasuk penambahan kursi di ruang tunggu keberangkatan, peningkatan sistem informasi penerbangan (FIDS), serta optimalisasi fasilitas self check-in untuk mempercepat proses keberangkatan. “Upaya ini dirancang untuk meningkatkan kenyamanan dan menjawab kebutuhan operasional seiring meningkatnya mobilitas masyarakat,” tambah Ibnu.
Pada aspek SDM, bandara terus memperkuat kompetensi petugas melalui pelatihan bahasa isyarat bagi customer service dan Avsec. Langkah ini diambil untuk menghadirkan layanan yang lebih inklusif dan ramah bagi penumpang berkebutuhan khusus.
Sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan, Bandara Ngurah Rai aktif mengikuti penilaian tingkat nasional bersama INACA serta penilaian internasional oleh Airport Council International (ACI). Tahun ini, bandara kembali mewakili Indonesia di ajang bergengsi Skytrax World Airport Award, yang menilai kualitas bandara melalui voting publik dan audit Skytrax.
Menurut Ibnu, partisipasi dalam ajang internasional tersebut memiliki nilai strategis. “Bukan sekadar mengejar pengakuan, tetapi untuk memahami ekspektasi penumpang dengan lebih komprehensif. Skytrax memberi parameter objektif yang membantu kami menjaga standar layanan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh inisiatif peningkatan layanan merupakan komitmen jangka panjang yang dilaksanakan melalui kolaborasi erat antara bandara, regulator, maskapai, dan para pemangku kepentingan. “Masukan dan kritik dari penumpang serta masyarakat menjadi penyemangat kami untuk terus melakukan continuous improvement,” imbuhnya.
Sebagai bentuk dukungan, manajemen mengajak masyarakat berpartisipasi memberikan suara pada Skytrax World Airport Award. Setiap suara menjadi apresiasi bagi ribuan petugas yang bekerja setiap hari demi menghadirkan pelayanan terbaik di gerbang udara Pulau Bali. Voting dapat dilakukan melalui tautan resmi: skytrax.injourneyairports.id. (BC5)


















