Bali dan Jakarta Perkuat Aliansi Pariwisata Berkelanjutan

0
302
Pariwisata
Pemaparan narasumber saat sesi press conference. (BC5)

Mangupura, balibercerita.com –
Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hari ini menegaskan komitmen bersama untuk mendukung pertumbuhan pariwisata yang semakin menjanjikan, melalui kebijakan terpadu, kolaborasi strategis, dan pemantauan ketat dalam menghadapi tantangan sampah, kemacetan, dan pergerakan wisatawan internasional.

Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan, Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) sebagai merupakan jembatan penting antar-pelaku industri, pemerintah, dan buyer global untuk memperkuat citra destinasi dan membuka peluang investasi baru. Melalui BBTF, ia berharap memperluas kerja sama strategis dengan Provinsi DKI Jakarta, memanfaatkan jaringan BUMD transportasi dan dana silpa, serta menegosiasikan rute dan frekuensi penerbangan bersama maskapai internasional.

“Dengan sinergi seluruh lapisan pemerintahan, pelaku pariwisata, dan mitra udara global, kita akan mewujudkan lingkungan yang bersih, mobilitas lancar, dan kenyamanan akses masuk yang semakin baik sehingga Bali tetap menjadi destinasi unggulan dunia,” terangnya.

Ia juga memaparkan berbagai kebijakan dan strategi yang ditempuh dalam menangani isu permasalahan yang saat ini dihadapi Bali. Diantaranya, Gerakan Bali Bersih Sampah yang tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 dan resmi berlaku sejak 11 April 2025 bersama Menteri Lingkungan Hidup. Hal ini difokuskan pada pengelolaan sampah di sumbernya serta pembatasan plastik sekali pakai di bawah 1 liter.

Baca Juga:   SPKLU Kini Tersedia di Puspem Badung  

Semua elemen mulai dari pemerintah daerah dan desa adat hingga pelaku usaha pariwisata, sekolah, pasar, dan tempat ibadah diwajibkan mengikuti kebijakan ini demi mewujudkan Bali bersih dari sampah dalam dua tahun ke depan.

Untuk menanggulangi kemacetan lalu lintas, Pemprov Bali telah menerapkan skema lalu lintas baru, penyesuaian jam operasional kantor dan sekolah, serta pelarangan angkutan logistik siang hari. Rencana pembangunan underpass di Denpasar dan Badung dibiayai oleh 10 persen PHR kabupaten/kota terkaya akan dimulai perencanaan tahun ini dan konstruksi tahun depan, dengan target selesai sebelum 2029.

Armada Kendaraan Dewata pun kembali beroperasi secara gotong-royong antar-kabupaten, dan kami menjajaki moda transportasi berbasis rel untuk masa depan. “Lebih dari 400 wisatawan asing berkelakuan menyimpang telah dideportasi oleh tim terpadu kepolisian dan imigrasi, sebagai langkah tegas menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketenangan Pariwisata Bali,” tambahnya.

Baca Juga:   Makna dan Cerita Patung GWK

Ia menyambut antusias pertumbuhan kunjungan internasional yang mencapai rata-rata 20.309 pengunjung per hari pada April 2025, serta kenaikan penerimaan pajak daerah dengan Badung memimpin dengan Rp5,9 triliun per Desember 2024, diikuti Denpasar Rp1,4 triliun, dan Gianyar Rp1,3 triliun. Hal ini menandakan dampak positif kebijakan pemulihan pariwisata dan investasi infrastruktur.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengungkapkan kesiapan DKI Jakarta untuk berkolaborasi dengan Provinsi Bali dengan memanfaatkan silpa APBD DKI sebesar hampir Rp4,8 triliun dan dukungan tiga BUMD (Bank DKI, MRT, dan Transjakarta) untuk meningkatkan konektivitas dan arus kunjungan.

Mengingat 6 juta dari 9,5 juta wisatawan domestik ke Bali berasal dari Jakarta, kerja sama ini diharapkan mengembalikan keseimbangan kunjungan dan penerimaan pajak. Sebagai bagian revitalisasi, 10 hotel di Jakarta diwajibkan menampilkan budaya Betawi, sementara pembentukan Jakarta Film Commission dan konsep Jakarta Kota Cinema dirancang untuk menarik talenta dan investor perfilman sektor dengan 84 juta penonton nasional pada 2024.

Baca Juga:   DPP Peradah Indonesia Bali Periode 2025-2028 Dilantik

“Kami juga memperluas kebijakan ASN wajib naik transportasi umum setiap Rabu guna mendukung mobilitas berkelanjutan dan mengurangi kendaraan pribadi,” ucapnya.

Putu Winastra, Ketua Panitia BBTF 2025 menyampaikan, BBTF menciptakan hubungan yang lebih mendalam dan tahan lama antara produk dan destinasi, memberikan kesempatan bagi peserta untuk merasakan pengalaman nyata di tempat, melampaui sekadar ruang pamer. Lebih dari itu, BBTF telah membuktikan jangkauan dan dampak internasionalnya, berakar pada semangat budaya unik Bali, berbasis di Bali namun berfokus pada seluruh Indonesia.

Ida Bagus Partha Adnyana, Ketua Bali Tourism Board mengungkapkan, peran Asita ibarat dapur dalam dunia pariwisata, mulai dari menyambut tamu, menyiapkan segala kebutuhan pra-perjalanan hingga ahir pengalaman wisata. Sebagai garda terdepan, Asita berperan sebagai frontliner yang tak tergantikan. “Dibawah naungan BTB tidak diijinkan asosiasi lain menggelar acara serupa. Kami berkomitmen memperkuat kehadiran Asita di Bali agar kualitas layanan dan kolaborasi industri pariwisata se Indonesia semakin kokoh,” tegasnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini