balibercerita.com —
Aktivitas gempa bumi tektonik di wilayah Selat Lombok mengalami peningkatan selama periode 5–10 Januari 2026 hingga pukul 08.00 Wita. Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tercatat sebanyak 266 kejadian gempa bumi dengan episenter berada di laut dan magnitudo berkisar antara 1,4 hingga 2,9.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Stasiun Geofisika Denpasar, I Ketut Sudiarta, S.A.P., M.Si. menjelaskan bahwa jika ditinjau dari lokasi episenter dan kedalaman hiposentrumnya, rangkaian gempa tersebut tergolong gempa bumi dangkal. Aktivitas kegempaan ini dipicu oleh pergerakan sesar aktif di dasar laut Selat Lombok.
“Ditinjau dari lokasi episenter dan kedalamannya, rangkaian gempa ini merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut. Hingga saat ini gempa bumi belum dapat diprediksi secara pasti karena dinamika bumi yang kompleks,” ujar Sudiarta.
BMKG menegaskan bahwa kemunculan gempa-gempa kecil secara beruntun tidak selalu berkaitan dengan potensi terjadinya gempa bermagnitudo besar. Mengacu pada pengalaman kejadian gempa di wilayah Tejakula sebelumnya, aktivitas gempa kecil tidak diikuti oleh gempa yang lebih besar. Pola serupa diharapkan juga terjadi di wilayah Selat Lombok.
“Harapan kami, rangkaian gempa kecil di Selat Lombok ini tidak memicu gempa besar. Pola serupa juga terjadi pada gempa di Tejakula yang tidak diikuti gempa lebih besar,” jelasnya.
Meski demikian, BMKG kembali mengingatkan bahwa hingga kini gempa bumi masih belum dapat diprediksi. Oleh karena itu, kewaspadaan, edukasi, serta kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam upaya mengurangi risiko kerugian maupun korban jiwa akibat bencana gempa bumi.
Sebagai bagian dari upaya mendukung program zero victim, masyarakat diimbau untuk menerapkan langkah-langkah mitigasi mandiri saat merasakan gempa bumi yang kuat dan berlangsung lama. Langkah tersebut antara lain melindungi kepala, menjauhi kaca dan bangunan rapuh, menjauh dari wilayah pantai, serta segera menuju area terbuka untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan hanya memperoleh informasi resmi dari sumber terpercaya, yakni BMKG melalui media sosial @infoBMKG, situs web www.bmkg.go.id dan inatews.bmkg.go.id, kanal Telegram InaTEWS BMKG, serta aplikasi mobile WRS-BMKG dan InfoBMKG. (BC5)


















