Hipotermia di Gunung Agung, Pendaki 18 Tahun Berhasil Dievakuasi Tim SAR

0
74
Hipotermia Gunung Agung
Tim SAR saat mengevakuasi korban dari Gunung Agung. (ist)

balibercerita.com –
Upaya penyelamatan dramatis dilakukan Tim SAR gabungan terhadap seorang pendaki yang mengalami hipotermia di Gunung Agung, Senin (12/1) malam. Pendaki muda bernama I Ketut Yedija Karunia Arta (18) berhasil dievakuasi dengan selamat meski proses pencarian dan evakuasi dihadang cuaca ekstrem berupa hujan deras, angin kencang, dan kabut tebal.

Peristiwa bermula ketika korban bersama seorang rekannya memulai pendakian sekitar pukul 13.30 Wita melalui jalur Pura Pengubengan, Desa Besakih. Namun menjelang tengah malam, tepatnya sekitar 23.40 Wita, korban mengeluhkan kedinginan hebat dan tidak mampu melanjutkan perjalanan. Keduanya kemudian memutuskan melapor ke Polsek Rendang sebelum beristirahat di Pos 2 sambil menunggu bantuan.

Baca Juga:   Mulai 4 Februari, Pintu Masuk Bali Dibuka untuk Internasional

Informasi tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Selasa (13/1) pukul 01.30 Wita. Menindaklanjuti laporan itu, sebanyak delapan personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem segera diberangkatkan menuju lokasi. Sebagai langkah awal, petugas siaga berkoordinasi dengan Polsek Rendang serta para pemandu lokal untuk lebih dahulu menuju titik keberadaan korban.

Sekitar pukul 03.40 Wita, tim rescue tiba di Pos Pura Pengubengan dan langsung melakukan pencarian. Setelah menempuh waktu kurang lebih empat jam, korban akhirnya ditemukan pada ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut (MDPL) dalam kondisi selamat. “Target berhasil kami temukan dalam keadaan selamat,” ujar Putu Handika Bhayangkara, selaku Koordinator Lapangan.

Baca Juga:   Konsumsi Avtur di Empat Bandara Melonjak Signifikan Saat KTT G20

Meski demikian, proses evakuasi sempat tertunda lantaran hujan deras dan kabut tebal yang menyelimuti kawasan pendakian. Pada pukul 05.15 Wita, tim pemandu telah lebih dulu mencapai lokasi korban, namun evakuasi baru dapat dilakukan setelah kondisi mulai terang.

Tim SAR gabungan kemudian bergerak turun dan tiba di Pos 1 Pengubengan pada ketinggian 1.600 mdpl, bersamaan dengan tim pemandu yang mengawal korban. Tantangan kembali dihadapi akibat cuaca buruk dan jarak pandang yang terbatas. Setelah perjuangan panjang, seluruh tim dan korban akhirnya tiba di Posko Pura Pengubengan pada pukul 10.05 Wita, sebelum korban diserahkan kepada pihak keluarga.

Baca Juga:   Hari Kedua Operasi SAR, Empat Jenazah Korban Banjir Ditemukan di Muara Tukad Badung

Dalam operasi kemanusiaan ini, sejumlah unsur turut terlibat, di antaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polsek Rendang, Babinsa Besakih, Bhabinkamtibmas Besakih, TRC BPBD Kabupaten Karangasem, serta pemandu lokal Pos Pura Pengubengan. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini