Puluhan Negara Ikuti Asian Senior Fencing Championship 2025

0
434
Fencing
Dari kiri: Purnama Damayanti, Firtian Judiswandarta, Vincent Tsui, dan Roy Siregar. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –
Hingga saat ini, ada 21 negara yang terkonfirmasi akan ambil bagian dalam Asian Senior Fencing Championship 2025 yang akan digelar di Nusa Dua pada 17-23 Juni 2025. Jumlah ini masih terus berkembang, mengingat event tersebut menjadi kesempatan mengumpulkan poin untuk dapat mengikuti Olimpiade Los Angeles. Indonesia sendiri akan menyediakan program retreat training camp sebagai para atlet.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI) Firtian Judiswandarta menerangkan bahwa jumlah peserta sampai saat ini masih bergerak dan terus di-update. Ia menargetkan seluruh negara di Asia akan ambil bagian dalam turnamen, ditambah negara Australia dan negara pecahan Rusia.

Anggota FCA (Fencing Confederation of Asia) sendiri berjumlah 40 negara, kemungkinan mereka hadir sangat terbuka walaupun tidak full tim. “Bisa saja mereka mendaftar saat injury time. Ini sama seperti kita (Indonesia) yang biasanya mendaftar di momen injury time,” ungkapnya.

Baca Juga:   Kasus Covid-19 di Badung Melonjak, BOR Lampaui 50 Persen

Asian Senior Fencing Championship 2025 menjadi momentum bagi para atlet untuk memperoleh poin untuk dapat mengamankan tiket Olimpiade Los Angeles. Disana, berlaku sistem poin yang harus mereka kumpulkan untuk dapat tampil di Olimpiade Los Angeles. Hal ini diyakini akan memicu banyak atlet yang akan tampil, walaupun tidak full tim.

Program retret training camp telah disiapkan Indonesia pada tanggal 1-15 Juni di Ubud, bagi para atlet maupun pelatih dari negara-negara Rusia dan pecahannya. Hal ini sebagai fasilitas untuk menyesuaikan iklim di Bali, karena di daerah Rusia, Uzbekistan, Tajikistan saat itu sedang dalam musim dingin. Dengan demikian, mereka dapat menyesuaikan 15 hari untuk nantinya bisa langsung bertanding.

Baca Juga:   Basarnas Bali Gelar Latihan Perdana Evakuasi Kapal Asing

“Kami sangat dibantu oleh ITDC. Koordinasi ke instansi terkait, seperti imigrasi terkait visa, custom bea cukai untuk bawaan delegasi, dan fasilitas membantu saat kedatangan, sambutan, transportasi, akomodasi, terus kita matangkan dan finalisasi. Seniman dan budayawan lokal juga kita libatkan,” bebernya.

Anggota panitia event, Roy Siregar menambahkan bahwa pihaknya masih terus mematangkan persiapan untuk memfasilitasi kedatangan dan kepulangan para atlet, pelatih dan rombongan. Salah satunya jalur green line atau jalur VVIP bagi para atlet dan rombongan agar mempercepat proses kedatangan. Ia juga masih berkoordinasi dengan Kementerian Imigrasi agar dapat memberikan izin prioritas VoA, sebab tidak semua negara asal atlet diberlakukan VoA.

Baca Juga:   Tim SAR Evakuasi Remaja Asal Tabanan yang Alami Hipotermia di Gunung Agung

“Kami masih berkoordinasi dengan kementerian dan dirjen agar bisa difasilitasi. Selain menjadi kebangaan untui Indonesia, event ini juga akan menggerakan ekonomi,” ucapnya.

Commercial and Relations Group Head The Nusa Dua Made Purnama Damayanti mengaku terhormat dapat mendukung kegiatan ini. Pihaknya siap dari segi fasilitas, akomodasi, venue, hingga penanganan darurat dan mitigasi. Ia berharap kegiatan ini berdampak positif bagi pariwisata Bali, khususnya dalam mendorong sport tourism.

Dengan pengalaman dalam menangani event internasional, The Nusa Dua optimistis kegiatan ini turut meningkatkan okupansi dan ekonomi masyarakat sekitar. “Beragam atraksi juga kami siapkan sebagai hiburan tambahan bagi peserta dan pengunjung,” imbuhnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini