DPRD Badung Dorong Langkah Taktis Penanganan Sampah, Masyarakat Diminta Pilah dari Rumah

0
196
Sampah
Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –
Penanganan sampah di Kabupaten Badung masih menjadi pekerjaan rumah besar. Meski telah memiliki puluhan TPS 3R dan TPST Mengwitani, Mengwi, permasalahan belum sepenuhnya teratasi.

Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti mengajak masyarakat ikut berperan aktif dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Ia menekankan pentingnya memilah sampah dari rumah sebelum diangkut ke TPST Mengwitani. Hal itu ia sampaikan usai memimpin rapat paripurna, Senin (11/8).

Baca Juga:   Binda Bali Tuntaskan Pemberian 8.000 Dosis Vaksin

Menurut Anom Gumanti, dibutuhkan langkah taktis untuk mengatasi masalah sampah di Badung. DPRD telah mendorong eksekutif untuk segera melaksanakannya. “Ini saran saya, karena saya bukan eksekutor ya. Semua hal kami sudah dorong eksekutif untuk melakukan langkah-langkah. Yang sekarang ini dibutuhkan langkah taktis untuk penanganan sampah,” ujarnya.

Ia juga mendukung keputusan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menunda pengadaan insinerator. Menurutnya, langkah itu tepat agar teknologi yang digunakan nantinya efektif dan efisien.

Baca Juga:   Ahli Hukum Diminta Bersikap Jernih dan Objektif 

Selain itu, Anom Gumanti mendorong adanya koordinasi dengan desa adat, terlebih dengan adanya program Pemerintah Provinsi Bali untuk mengolah sampah berbasis sumber. Ia memastikan DPRD siap mendukung anggaran jika dibutuhkan alat pengolahan sampah. “Kami siap untuk mendukung anggarannya di DPRD,” tegas politisi asal Kuta tersebut.

Baginya, dukungan masyarakat sangat menentukan keberhasilan pengelolaan sampah. Ia menilai, sampah yang masuk ke TPST Mengwitani masih bercampur sehingga menyulitkan proses pengolahan. “Seandainya sampah ini sudah bisa dipilah dari rumah tangga, semestinya sudah mampu yang TPST Mengwi untuk mengolah itu,” jelasnya.

Baca Juga:   Pembuatan Embung di Bawah Tanah Jadi Solusi Atasi Banjir di Kuta

Menanggapi isu kurangnya sosialisasi, Anom Gumanti menilai persoalan utamanya adalah kesadaran bersama. “Kalau nggak kita mulai bersama-sama nggak akan mungkin bisa teratasi,” paparnya. (BC9)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini