
balibercerita.com –
Tidak butuh waktu lama bagi Icon Bali untuk mencuri perhatian dunia. Baru genap dua tahun sejak resmi dibuka pada 7 Juni 2024, kawasan retail terpadu di Sanur ini berhasil mengukir prestasi internasional dengan meraih World Silver Winner kategori retail dalam ajang FIABCI World Prix d’Excellence Awards 2026 di Hofburg, Vienna, Austria.
Di balik penghargaan itu, tersimpan sebuah cerita yang lebih besar dari sekadar kemenangan. Icon Bali hadir bukan hanya sebagai pusat perbelanjaan, tetapi membawa keyakinan bahwa budaya, tradisi, dan identitas Bali dapat menjadi wajah retail modern yang diakui dunia. Keyakinan itulah yang akhirnya mengantarkan Icon Bali menjadi satu-satunya proyek retail asal Indonesia yang mewakili Tanah Air dalam kompetisi properti paling bergengsi tersebut.
Perjalanan menuju panggung dunia dimulai setahun sebelumnya. Pada FIABCI Indonesia–REI Excellence Awards 2025, Icon Bali dinobatkan sebagai Gold Winner kategori retail. Gelar itu membuka jalan bagi kawasan yang berdiri di pesisir Sanur tersebut untuk bersaing dengan proyek-proyek terbaik dari berbagai negara.
FIABCI World Prix d’Excellence Awards sendiri bukanlah kompetisi biasa. Setiap peserta merupakan pemenang dari negaranya masing-masing dan dinilai berdasarkan berbagai aspek, mulai dari konsep pengembangan, kualitas pembangunan, desain arsitektur, inovasi, keberlanjutan, hingga kontribusi terhadap masyarakat dan lingkungan.
Direktur Utama PT Grha Hatten Duasatu, Heru Nasution mengatakan, penghargaan tersebut menjadi pengakuan dunia terhadap konsep yang sejak awal diusung Icon Bali. “Bagi kami, penghargaan ini juga merupakan apresiasi terhadap sebuah gagasan, bahwa nilai-nilai lokal, budaya, dan identitas Bali mampu mendapatkan pengakuan di panggung dunia,” ujar Heru Nasution.
Semangat itu terasa di setiap sudut kawasan. Dengan luas area sewa sekitar 32.000 meter persegi dan lebih dari 200 tenant, Icon Bali tidak hanya menghadirkan tempat berbelanja, tetapi juga ruang bertemu antara gaya hidup modern dan warisan budaya Bali. Arsitekturnya mengambil inspirasi dari alam dan budaya Pulau Dewata, sementara ruang publiknya terhubung langsung dengan Pantai Sanur, menghadirkan suasana yang sulit ditemukan di pusat perbelanjaan lainnya.
Setiap hari, pengunjung juga disambut pertunjukan seni dan budaya Bali yang menjadi bagian dari pengalaman berkunjung. Konsep retail-tourism yang diusung menjadikan aktivitas belanja tidak terpisah dari denyut kehidupan budaya masyarakat Bali.
Bagi Presiden Komisaris PT Grha Hatten Duasatu, Ida Bagus Rai Budarsa, penghargaan tersebut bukan hanya milik perusahaan, melainkan buah dari dukungan banyak pihak. “Pencapaian ini bukan hanya milik Icon Bali semata. Dengan penuh hormat, penghargaan ini kami dedikasikan kepada Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar, serta seluruh masyarakat Bali yang telah menjadi bagian dari perjalanan dan pertumbuhan Icon Bali hingga dapat dikenal di tingkat internasional,” katanya.
Di usia yang baru menginjak dua tahun, penghargaan ini menjadi penanda bahwa Bali tidak hanya dikenal karena pantai, alam, dan budayanya, tetapi juga mampu melahirkan kawasan retail modern yang tetap berakar pada identitas lokal. Bagi Icon Bali, perjalanan ini bukan garis akhir, melainkan langkah awal untuk terus memperkenalkan wajah Bali kepada dunia melalui perpaduan perdagangan, budaya, komunitas, dan pariwisata. (BC5)

















