Percepat Pengisian Pasir di Pantai Kuta-Legian, BWS Bali Penida Siapkan Metode Tambahan

0
10
Pasir Pantai Kuta
Sosialisasi pengisian pasir pantai yang dilaksanakan di aula kantor Camat Kuta belum lama ini. (ist)

balibercerita.com –
Upaya penanganan abrasi melalui proyek pengisian pasir (sand nourishment) di Pantai Kuta dan Legian terus dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida. Meski sempat menghadapi tantangan setelah kapal khusus jenis trailing suction hopper dredger (TSHD) yang digunakan dalam pekerjaan mengalami kerusakan akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi pada 20-22 April 2026 lalu, berbagai langkah percepatan kini tengah disiapkan agar pekerjaan dapat kembali berjalan optimal.

Salah satunya melalui penerapan alternatif metode baru untuk mempercepat proses pengisian pasir di kawasan pesisir Kuta dan Legian. Rencana tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Rencana Pekerjaan Pengisian Pasir di Pantai Kuta dan Legian yang digelar di kantor Camat Kuta pada Jumat (10/7) lalu.

Kepala SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, I Gede Lanang Sunu Perbawa menjelaskan, sosialisasi tersebut merupakan lanjutan dari kegiatan yang sebelumnya telah dilakukan pada April lalu. Menurutnya, beberapa kali pengisian pasir sempat berjalan menggunakan metode yang telah disampaikan sebelumnya. Namun setelah kapal dredger mengalami kerusakan, BWS bersama pihak terkait terus berupaya menyiapkan solusi agar target pekerjaan tetap dapat tercapai.

“Kami berupaya melakukan alternatif lain sambil menunggu perbaikan kapal dan secara paralel menyiapkan aktivitas yang akan dilakukan ke depan di Pantai Kuta. Tujuannya untuk mengejar percepatan pengisian pasir karena adanya kerusakan kapal yang terjadi sebelumnya,” ujarnya.

Dalam metode baru tersebut, diperlukan koordinasi dan perizinan tambahan karena melibatkan aktivitas kapal yang akan bersandar sementara di kawasan Pantai Kuta untuk mendukung distribusi material pasir. Mengingat kawasan tersebut merupakan daerah tujuan wisata, berbagai aspek keselamatan dan kenyamanan menjadi perhatian utama.

“Karena merupakan kawasan pariwisata, maka perlu koordinasi dan perizinan terkait jalur pelayaran maupun kapal yang akan bersandar sementara untuk membawa pasir. Saat ini proses perizinan masih berjalan karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan bersama,” jelasnya.

Baca Juga:   Polres Kawasan Bandara Ngurah Rai Gelar Patroli Skala Besar untuk Tingkatkan Keamanan

Fokus pekerjaan saat ini masih diarahkan pada kawasan Pantai Kuta dan Legian. Sementara pekerjaan di wilayah Seminyak akan dijadwalkan kembali pada tahap berikutnya. Adapun area pengisian pasir yang menjadi prioritas berada di zona 1 kawasan Pantai Sekeh dan zona 2 yang membentang dari sekitar kawasan The Anvaya hingga mendekati kawasan Pullman Legian.

Dalam metode yang disiapkan, akan terdapat beberapa kapal yang beroperasi membawa pasir dari lokasi sumber material menuju Pantai Kuta. Kapal-kapal tersebut nantinya akan bersandar sementara dengan jarak sekitar 40 meter dari garis pantai saat kondisi pasang tertinggi demi menjaga keamanan operasional.

“Kami ingin area pekerjaan benar-benar steril selama aktivitas berlangsung. Karena itu kami berharap informasi ini dapat diteruskan kepada nelayan, pelaku wisata selancar, pedagang pantai, maupun masyarakat yang beraktivitas di kawasan pantai,” katanya.

Menurutnya, banyak aktivitas yang berlangsung baik di laut maupun di kawasan pesisir Pantai Kuta sehingga sosialisasi menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh pihak memahami tahapan pekerjaan yang akan dilakukan. “Banyak kegiatan di laut dan pantai. Ini yang perlu kita sosialisasikan dan informasikan demi keamanan dan kenyamanan bersama. Memang pekerjaan ini mungkin sedikit mengganggu pemandangan pantai untuk sementara waktu, tetapi kami upayakan agar dampaknya seminimal mungkin,” imbuhnya.

Metode percepatan itu nantinya menggunakan dua jenis kapal. Kapal pertama atau sand carrier bertugas mengangkut pasir dari lokasi sumber menuju Pantai Kuta. Kapal tersebut akan bersandar di pinggir pantai saat air pasang dan membongkar muatan menggunakan sistem conveyor sebelum kembali mengambil pasir.

Sementara, kapal kedua akan tetap berada di tengah laut dan menyalurkan pasir ke bibir pantai menggunakan sistem pipa, seperti metode yang telah digunakan sebelumnya. Secara prinsip, tidak ada perubahan terhadap lokasi pekerjaan, sumber material pasir maupun area pengisian pasir. Penyesuaian dilakukan pada metode distribusi material dengan menambahkan kapal sandar guna meningkatkan kapasitas produksi di lapangan dan mempercepat progres pekerjaan.

Baca Juga:   Kuta Selatan Usulkan Pembentukan UPT Perizinan Terpadu

BWS Bali Penida mencatat progres pekerjaan saat ini mengalami ketertinggalan sekitar 15 persen dari target akibat gangguan operasional yang terjadi sebelumnya. Karena itu, kombinasi metode pipa dan kapal sandar diharapkan mampu mempercepat pencapaian volume pekerjaan yang masih tersisa.

Sementara, kapal TSHD yang mengalami kerusakan masih menjalani proses perbaikan dan menunggu jadwal docking. Sebelumnya kapal tersebut harus ditarik karena mengalami gangguan pada sistem kemudi sehingga tidak dapat beroperasi secara mandiri. “Kalau setelah diperbaiki kapal masih layak digunakan, tentu akan kami operasikan kembali. Namun apabila tidak memungkinkan, maka opsi mendatangkan kapal baru atau mengoptimalkan kapal tambahan akan menjadi pilihan agar pekerjaan tetap bisa diselesaikan,” jelas Lanang.

Untuk mendukung metode baru tersebut, telah disiapkan empat titik lokasi sandar (landing point) pada wilayah paket 2, yakni di sekitar Tsunami Shelter Kuta, kawasan Beachwalk, wilayah Legian Hotel, serta kawasan Petitenget. Sosialisasi yang dilakukan saat ini masih difokuskan pada dua titik pertama yang berada di wilayah Kuta. Sedangkan untuk titik ketiga dan keempat yang berada di wilayah Seminyak akan dilakukan sosialisasi tersendiri bersama pemerintah setempat.

Pihaknya saat ini masih menunggu proses perizinan pemanfaatan garis pantai dari Kementerian Perhubungan. Dalam waktu dekat, KSOP dan Distrik Navigasi juga dijadwalkan melakukan survei lokasi landing point. “Koordinasi lapangan pasti akan kami tindaklanjuti setelah sosialisasi ini. Kami akan kejar agar pengisian pasir segera dapat dimulai. Mudah-mudahan sekitar tanggal 20 Juli ini sudah bisa direalisasikan,” ujarnya.

Baca Juga:   Pembangunan Fasilitas Pergola Pantai Kuta Rampung, 50 Pedagang Siap Menempati

Ia pun berharap seluruh pihak dapat memberikan dukungan agar proses percepatan pengisian pasir di Pantai Kuta dan Legian berjalan lancar sehingga tujuan utama penanganan abrasi pantai dapat segera tercapai. “Kami mengucapkan terima kasih dan mohon dukungan semua pihak agar kegiatan ini berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat bagi kawasan Pantai Kuta dan Legian ke depan,” pungkasnya.

Dalam sosialisasi tersebut, kelian, kaling, dan pengelola pantai pada intinya menyatakan dukungan terhadap rencana percepatan pengisian pasir. Mereka berharap pekerjaan dapat segera dilaksanakan sehingga kondisi pantai kembali terjaga dan semakin nyaman dikunjungi. Selain itu, mereka mengharapkan koordinasi yang intensif antara BWS dan kontraktor selama pelaksanaan proyek agar informasi dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat maupun pengunjung yang beraktivitas di kawasan pantai.

Sekretaris Kecamatan Kuta, I Putu Dedik Adi Ardiana berharap seluruh proses perizinan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida dapat segera dituntaskan sehingga kegiatan pengisian pasir dapat berjalan sesuai rencana. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang intensif antara kontraktor dan BWS terkait berbagai aktivitas yang akan dilakukan di lapangan.

Menurutnya, setiap informasi yang ada perlu disampaikan kepada pihak kecamatan agar dapat diteruskan kepada kelurahan, lingkungan, hingga masyarakat sehingga seluruh proses dapat berjalan dengan baik dan lancar. “Apa yang sudah kita sepakati hari ini dan informasi yang sudah kita terima, kami dari Kecamatan Kuta tentu mendukung penuh kegiatan ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Balai Wilayah Sungai Bali-Penida dan seluruh pihak yang hadir,” ujarnya.

Pihaknya berharap pelaksanaan pengisian pasir dapat berlangsung lancar dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan, keselamatan, aktivitas masyarakat, serta sektor pariwisata. Ia juga berharap sinergi dan komunikasi yang baik antar seluruh pihak dapat terus terjaga demi mendukung keberhasilan program tersebut. (BC5)