balibercerita.com –
Konektivitas udara Bali dengan Tiongkok semakin kuat. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali resmi menyambut penerbangan perdana rute langsung Beijing Daxing–Bali yang dioperasikan maskapai China Eastern Airlines pada Sabtu (11/7) malam.
Kehadiran rute baru ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya Bali terhubung langsung dengan Beijing, ibu kota Republik Rakyat Tiongkok melalui penerbangan reguler tanpa transit. Langkah ini diharapkan semakin memudahkan mobilitas wisatawan sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata dunia.
Penerbangan perdana China Eastern Airlines dengan nomor MU889 dilayani menggunakan pesawat Airbus A330. Pesawat tersebut tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali pada pukul 22.55 Wita setelah lepas landas dari Bandara Internasional Beijing Daxing pada pukul 15.43 waktu setempat. Sebanyak 287 penumpang turut diangkut dalam penerbangan perdana tersebut.
Sementara itu, untuk penerbangan kembali menuju Beijing, pesawat MU890 diberangkatkan dari Bali pada Minggu (12/7) dini hari pukul 00.48 Wita dengan jumlah penumpang yang sama, yakni 287 orang. Pelepasan keberangkatan turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, perwakilan Konsulat Jenderal Republik Rakyat China di Denpasar, manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports, serta sejumlah tamu undangan.
General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati menyampaikan apresiasi atas dibukanya rute baru tersebut. Menurutnya, konektivitas langsung antara Beijing dan Bali akan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
“Kami sangat antusias menyambut pembukaan rute baru yang menghubungkan ibu kota China dengan Bali. Kami optimistis bahwa rute baru ini akan semakin memperkuat konektivitas udara dengan China, serta semakin meningkatkan dan memperkuat daya saing Bali sebagai tujuan pariwisata utama dunia,” ujar Nugroho Jati.
Ia menambahkan, Tiongkok selama ini menjadi salah satu pasar wisatawan mancanegara terbesar bagi Bali. Hingga semester pertama tahun 2026, wisatawan asal Tiongkok tercatat menempati peringkat kedua jumlah kunjungan wisatawan asing ke Pulau Dewata dengan total mencapai sekitar 297 ribu orang.
“Secara historis, China merupakan salah satu negara penyumbang wisatawan mancanegara terbanyak di Bali. Hingga paruh pertama 2026 ini, wisatawan berpaspor China menempati urutan kedua jumlah wisatawan yang tiba di Bali, dengan jumlah hingga 297 ribu wisatawan. Hadirnya rute baru ini diharapkan semakin mempermudah aksesibilitas dan mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan dari China ke Bali,” tambahnya.
Rute Beijing Daxing–Bali pulang pergi dijadwalkan beroperasi tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Dengan dibukanya layanan tersebut, Beijing Daxing resmi menjadi rute internasional ke-42 yang dilayani Bandara I Gusti Ngurah Rai melalui penerbangan langsung.
Saat ini, sebanyak 42 rute internasional dilayani oleh 43 maskapai penerbangan, baik nasional maupun internasional. Beijing juga menjadi kota kelima di wilayah Tiongkok daratan yang memiliki penerbangan langsung menuju Bali setelah Guangzhou, Shanghai, Xiamen, dan Chengdu.
“Kami menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak atas beroperasinya rute baru ini. Sebelumnya, maskapai China Eastern Airlines telah mengoperasikan rute penerbangan yang menghubungkan Bali dengan Shanghai. Kami turut berharap dapat menjalin kemitraan yang panjang, sukses, dan saling menguntungkan dengan maskapai China Eastern Airlines di rute baru ini, serta membuka peluang kolaborasi lebih lanjut untuk rute-rute potensial lainnya,” pungkas Nugroho Jati. (BC5)
















