HBI Perkenalkan Format Kompetisi Tandem, Uji Kekompakan dan Kreativitas Bartender Bali

0
14
HBI
Foto bersama jajaran HBI dan General Manager Golden Tulip Jineng Resort, Baramukti usai press conference. (ist)

balibercerita.com –
Himpunan Bartender Indonesia (HBI) menghadirkan konsep berbeda dalam dunia kompetisi flair bartending melalui penyelenggaraan Indonesia Flair Tandem 2026 di Golden Tulip Jineng Resort, Jalan Sunset Road, Kuta, Minggu (12/7). Tidak seperti kompetisi pada umumnya yang mengandalkan kemampuan individu, ajang ini mempertemukan dua bartender dalam satu tim untuk menampilkan atraksi flair sekaligus meracik minuman secara selaras.

Mengusung tema One Team, One Passion, Flair Without Limit, kompetisi tersebut dirancang untuk menguji kemampuan teknis sekaligus kerja sama antarpeserta. Setiap pasangan dituntut mampu menyelaraskan gerakan, membangun komunikasi, dan menghadirkan pertunjukan yang menarik di atas panggung.

Advisor HBI, Agung Darmawan mengatakan, konsep tandem dipilih karena masih sangat jarang diterapkan dalam kompetisi flair bartending, meski olahraga keterampilan tersebut terus berkembang di berbagai negara. “Kita membuat event yang jarang digelar di dunia karena ini merupakan event yang menggabungkan dua individu flair. Flair sendiri di dunia memang lagi hot karena setiap tahun, setiap bulan itu ada turnamen flair di seluruh dunia,” ucapnya.

Baca Juga:   Sirkuit Mandalika Jadi Ujian Berat, MotoGP 2025 akan Suguhkan Pertarungan Sengit

Kompetisi edisi perdana ini diikuti enam pasangan bartender terbaik dari Bali. Salah satu peserta bahkan merupakan peraih gelar juara dua dunia dalam kompetisi serupa di Thailand. Menurut Agung, jumlah peserta masih terbatas karena proses seleksi yang ketat serta tantangan menyatukan jadwal latihan di tengah kesibukan bekerja.

Kendala serupa juga membuat peserta dari Surabaya, Jakarta, dan Yogyakarta belum dapat bergabung. Meski demikian, HBI menargetkan ajang ini berkembang menjadi agenda tahunan dengan cakupan peserta yang lebih luas mulai 2027.

Dalam perlombaan, setiap tim diminta meracik dua jenis minuman menggunakan dua base spirit produksi dalam negeri, yakni Iceland Vodka dan tequila. Penggunaan produk lokal tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap industri minuman nasional sekaligus bagian dari upaya HBI mempersiapkan promosi arak Bali ke pasar internasional sebelum akhir 2026.

“Penilaian dilakukan secara profesional meliputi aspek kreativitas, gerakan tersulit (difficult move), kecakapan panggung (showmanship), hingga sistem pengurangan nilai (deduction) jika terjadi botol jatuh (drop), tumpah (spill), atau bahan yang terlewat (missing ingredient),” tambah Agung.

Baca Juga:   Jersey Anyar Liverpool FC Resmi Dirilis di Bali, Pop-up Store Hadir hingga 24 Agustus

Selain memperebutkan trofi dengan desain modern, para pemenang juga memperoleh hadiah uang tunai. Juara pertama menerima Rp7 juta, juara kedua Rp5 juta, juara ketiga Rp3 juta, serta penghargaan best cocktail senilai Rp1,5 juta.

Agung menilai penyelenggaraan kompetisi ini merupakan bagian dari komitmen HBI untuk terus mendorong lahirnya inovasi di kalangan praktisi industri bar. “Melalui kolaborasi ini diharapkan akan lahir generasi baru yang berbakat khususnya dalam bidang flair bartender,” katanya saat memberikan keterangan pada wartawan.

Ketua Harian HBI, Gede Adijaya atau De Bean menambahkan, format tandem dipilih karena mencerminkan kondisi kerja sesungguhnya di industri hospitality yang mengutamakan kolaborasi dibanding kemampuan individu. “Tujuan awal dibentuknya flair tandem ini adalah untuk menantang ego masing-masing bartender agar bisa bekerja sama dalam tim. Di dunia kerja nyata, interaksi antarkaryawan sangat krusial. Kompetisi ini menguji apakah mereka bisa meredam ego mereka saat berada di atas panggung dan tetap sinkron. Selain itu, pariwisata Bali bukan hanya soal pelayanan dan produk, tetapi juga tentang entertainment. Flair adalah keahlian profesional yang dilatih bertahun-tahun untuk memberikan kesan interaktif mendalam bagi wisatawan,” papar De Bean.

Baca Juga:   Chef Syrco Bakker Raih Penghargaan Dunia, Syrco BASÈ Hadirkan Pure BASÈ untuk Membumikan Fine Dining di Ubud

Menurutnya, kompetisi tersebut bukan hanya menguji keterampilan memainkan botol dan shaker, tetapi juga kemampuan membangun koordinasi dengan pasangan sehingga setiap gerakan dapat ditampilkan secara harmonis.

Dukungan terhadap penyelenggaraan acara juga datang dari Golden Tulip Jineng Resort. General Manager Golden Tulip Jineng Resort, Baramukti menilai kompetisi tersebut sejalan dengan komitmen hotel dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di sektor pariwisata Bali. “Kami sangat antusias dengan kemitraan ini karena sejalan dengan program kerja kami untuk menjangkau luas semua elemen penggerak pariwisata di Bali. Kompetisi tandem ini sangat luar biasa dan menantang, karena tidak hanya menampilkan kreativitas visual, tetapi juga perpaduan kerja sama dan gairah yang menciptakan keunikan tersendiri dari seorang bartender,” pungkas Baramukti. (BC10)