Jelang Galungan, Warga Banjar Penyarikan Nikmati Sembako Murah dan Daging Gratis

0
3
Galungan
Antusiasme krama Banjar Adat Penyarikan saat mengikuti pasar murah bersubsidi menjelang Galungan. (BC5)

balibercerita.com –
Suasana Bale Banjar Adat Penyarikan, Desa Adat Bualu, Kelurahan Benoa, Sabtu (13/6), dipenuhi antusiasme krama yang berbondong-bondong mengikuti pasar murah bersubsidi menjelang hari raya Galungan dan Kuningan. Program yang digelar Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) Kabupaten Badung bersama Banjar Adat Penyarikan dan Koperasi Ngardi Rahayu itu tidak hanya menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga membagikan daging babi gratis kepada masyarakat melalui tradisi mapatung be celeng.

Kegiatan yang dihadiri Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa bersama perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali tersebut menjadi contoh nyata bagaimana semangat gotong royong masyarakat mampu menghadirkan solusi ekonomi sekaligus memperkuat kebersamaan warga di tengah meningkatnya kebutuhan hidup.

Kelian Adat Banjar Penyarikan, Made Nuryana mengatakan, program sosial tersebut lahir dari kolaborasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat. Menurutnya, pasar murah yang digelar tahun ini mendapat dukungan penuh dari para pengusaha lokal Banjar Penyarikan. “Paket sembako ini disubsidi oleh komunitas pengusaha lokal Penyarikan, khususnya para pengusaha yang berasal dari Banjar Penyarikan. Dari sekitar 500 paket sembako yang nilainya Rp225 ribu per paket, masyarakat hanya menebus Rp100 ribu. Ini merupakan bentuk kepedulian bersama untuk membantu meringankan kebutuhan warga,” ujarnya.

Baca Juga:   Ritual Nebes Tapakan di Pura Pucak Manik Petang

Tak hanya sembako murah, masyarakat juga menerima daging babi gratis melalui kegiatan mapatung be celeng yang didanai dari dana pembangunan daerah kerja Koperasi Ngardi Rahayu. Menariknya, program tersebut mendapat dukungan besar dari para pelaku usaha setempat.

“Untuk subsidi paket sembako ini didukung oleh 29 sponsor dari kalangan pengusaha lokal Banjar Penyarikan. Awalnya target dana yang ingin dihimpun sekitar Rp37 juta, namun karena antusiasme yang sangat tinggi, dana yang terkumpul mencapai Rp70 juta. Ini menunjukkan rasa solidaritas dan kepedulian sosial masyarakat Penyarikan masih sangat kuat,” katanya.

Nuryana berharap program yang menggabungkan kepedulian sosial, penguatan ekonomi warga, dan pelestarian tradisi tersebut dapat menjadi agenda rutin. “Kami berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan secara rutin setiap enam bulan sekali sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dan dapat membantu meringankan beban ekonomi warga,” imbuhnya.

Sementara itu, General Manager Koperasi Ngardi Rahayu, Putu Chandra Satria Astina menjelaskan, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga berperan langsung dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial. “Kami memberikan CSR berupa daging babi kepada 500 krama gegem Banjar Penyarikan. Selain itu kami juga memberikan apresiasi kepada 500 anggota koperasi di luar krama gegem Banjar Penyarikan dengan menyediakan 1.000 paket daging babi bagi anggota dengan tingkat partisipasi terbesar pada tahun buku 2025,” jelasnya.

Baca Juga:   Pecatu Susun Aturan Adat Ketertiban Wilayah, Penduduk Pendatang Wajib Mematuhi

Menurutnya, anggota koperasi tidak hanya memperoleh keuntungan berupa sisa hasil usaha (SHU), tetapi juga berbagai manfaat tambahan melalui program penghargaan dan poin partisipasi yang terus dikembangkan koperasi.

Di sisi lain, Direktur Utama Perumda Pasar dan Pangan MGS Kabupaten Badung, Kompiang Gede Pasek Wedha menegaskan, keterlibatan perumda dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok menjelang hari raya. “Kami ikut membantu dalam konteks menstabilkan harga dan ketersediaan kebutuhan bahan pokok, terutama menjelang hari raya. Kami sangat senang bisa berkolaborasi dengan wadah perekonomian yang ada di desa,” ujarnya.

Pihaknya berharap kolaborasi antara perumda, koperasi, dan masyarakat desa dapat terus diperkuat sehingga tercipta ekosistem ekonomi yang saling mendukung dari sektor produksi hingga pemasaran. “Harapan kami bisa menjadi hilirisasi dan hulu wadah perekonomian desa dengan memenuhi kebutuhan sekaligus membantu pemasaran. Dengan demikian ke depan Badung bisa membangun kedaulatan pangan,” katanya.

Baca Juga:   Hilangkan Unsur Terpaksa dan Gengsi dalam Yadnya 

Program sosial yang digagas Banjar Penyarikan itu juga mendapat apresiasi dari Bank Indonesia Provinsi Bali. Asisten Direktur Bank Indonesia Provinsi Bali, Hermonida menilai kegiatan tersebut menjadi contoh kolaborasi yang patut ditiru daerah lain. “Kami salut dengan apa yang dilakukan. Ini merupakan bentuk kolaborasi dan sinergi yang sangat baik antara pemerintah, banjar, masyarakat sekitar, dan korporasi. Banyak perusahaan yang berminat memberikan donasi, namun kegiatan seperti ini masih jarang ditemui,” ujarnya.

Menurut Hermonida, program seperti ini memiliki dampak yang jauh lebih luas daripada sekadar membantu memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang hari raya. Selain meringankan pengeluaran rumah tangga, kegiatan tersebut juga memperkuat solidaritas sosial dan mendukung upaya pengendalian inflasi. “Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga, mempererat kebersamaan antar krama banjar, dan sinergitas yang sudah terjalin dapat terus dilanjutkan. Bank Indonesia tentu selalu mendukung karena program seperti ini dapat membantu menekan inflasi dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” pungkasnya. (BC5)