balibercerita.com –
Di tengah persaingan destinasi wisata yang semakin berkembang di Bali, kawasan Kuta terus berupaya mempertahankan posisinya sebagai salah satu ikon pariwisata Pulau Dewata. Salah satunya melalui penyelenggaraan Beachwalk Kuta Fest (BKF) 2026, yang digelar pada 3–7 Juni mendatang dengan menghadirkan perpaduan sport tourism, musik, fashion, wellness, budaya, hingga aktivitas komunitas.
General Manager (GM) Center Beachwalk Shopping Center, Gita Sunarwulan mengatakan, festival yang memasuki tahun keempat ini bukan sekadar agenda hiburan tahunan, melainkan bagian dari upaya memperkuat daya tarik Kuta menjelang musim liburan sekolah sekaligus meningkatkan awareness wisatawan terhadap kawasan tersebut. “Beachwalk Kuta Fest kami hadirkan untuk memperkuat Kuta sebagai destinasi wisata dan lifestyle. Harapannya semakin banyak wisatawan datang, menikmati aktivitas yang ada, dan memberikan dampak positif bagi kawasan Kuta secara keseluruhan,” ujarnya.
Tahun ini, Beachwalk Kuta Fest menghadirkan sejumlah program baru yang semakin memperkaya pengalaman pengunjung. Selain surfing competition yang digelar di Pantai Kuta, festival juga akan diramaikan oleh berbagai aktivitas bertema kopi seperti latte art competition, coffee culture experience, pertunjukan band lokal Bali, wellness activities, Kuta Fashion Week, hingga penampilan spesial grup musik Wijaya 80.
Menurut Gita, pemilihan Wijaya 80 sebagai bintang tamu utama dilakukan karena grup musik tersebut tengah digemari berbagai kalangan, khususnya generasi muda. “Kami melihat Wijaya 80 sedang berkembang dan memiliki penggemar yang cukup luas. Lagu-lagunya juga bisa diterima oleh berbagai segmen sehingga kami merasa cocok untuk meramaikan Beachwalk Kuta Fest tahun ini,” katanya.
Festival ini juga menjadi bagian dari strategi Beachwalk dalam menyambut periode school holiday yang selama ini menjadi salah satu musim kunjungan tertinggi di Bali. Meskipun kondisi ekonomi global masih memberikan tantangan bagi sektor ritel dan pariwisata, Beachwalk tetap optimistis Bali, khususnya Kuta, akan tetap menjadi pilihan wisatawan.
Gita mengakui kunjungan ke pusat perbelanjaan sempat mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun kondisi tersebut masih relatif stabil karena Bali tetap didukung oleh kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara yang memiliki daya beli cukup baik.
“Memang ada dampak dari kondisi ekonomi dan situasi global. Namun Bali masih memiliki wisatawan yang datang dan kualitas wisatawannya juga cukup baik sehingga penjualan tenant masih terjaga,” jelasnya.
Saat ini rata-rata kunjungan harian ke Beachwalk berada di kisaran 20 ribu hingga 25 ribu orang. Pada akhir pekan, jumlah pengunjung dapat mencapai sekitar 30 ribu orang meskipun mengalami sedikit penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
Melalui Beachwalk Kuta Fest 2026, pihaknya berharap terjadi peningkatan signifikan baik dari sisi kunjungan maupun transaksi tenant. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, festival mampu mendongkrak jumlah pengunjung hingga 20–30 persen. “Tahun ini kami berharap peningkatan kunjungan minimal sama seperti tahun lalu, bahkan bisa lebih tinggi. Karena tujuan utama event ini memang untuk meningkatkan traffic dan penjualan tenant,” ujarnya.
Tak hanya itu, Beachwalk juga menargetkan kenaikan transaksi tenant lebih dari 30 persen selama periode festival dan musim liburan sekolah berlangsung. Pihaknya juga telah menyiapkan berbagai program dan instalasi tematik sepanjang Juni hingga Juli guna menjaga antusiasme wisatawan selama musim liburan.
Menurut Gita, meningkatnya kunjungan wisatawan akan berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi di kawasan Kuta, mulai dari pusat perbelanjaan, restoran, pelaku UMKM, hingga sektor pariwisata lainnya. Saat ini, komposisi pengunjung Beachwalk tercatat cukup seimbang, dengan sekitar 50 persen berasal dari wisatawan domestik dan mancanegara, sementara sisanya merupakan masyarakat lokal Bali.
Melalui Beachwalk Kuta Fest 2026, ia berharap Kuta tidak hanya dikenal sebagai kawasan pantai dan pusat hiburan, tetapi juga sebagai destinasi yang terus menghadirkan pengalaman baru bagi wisatawan melalui perpaduan budaya, lifestyle, olahraga, dan kreativitas yang menjadi ciri khas Bali. (BC5)














