balibercerita.com –
Upaya penyelamatan garis pantai di kawasan Pantai Kuta mulai menunjukkan hasil. Setelah pembangunan lima unit breakwater atau pemecah gelombang rampung seluruhnya pada akhir April 2026, daratan pasir baru atau tombolo kini mulai terbentuk di sejumlah titik pesisir.
Fenomena itu terlihat di area BW 1 dan BW 2 di depan kawasan Hotel Anvaya, tempat pasir mulai menghubungkan garis pantai dengan struktur pemecah gelombang di tengah laut. Kondisi tersebut menjadi tanda awal keberhasilan proyek penanganan abrasi yang selama ini menggerus bibir Pantai Kuta.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai Pantai I BWS Bali-Penida, Bambang Kardono mengatakan, lima breakwater kini telah selesai dibangun. Breakwater terakhir atau BW 5 rampung dikerjakan pada 30 April 2026 lalu. “Sudah selesai, tinggal pengisian pasir sekarang,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (13/5).
Menurut Bambang, pembangunan breakwater dilakukan berjejer di sepanjang pesisir Pantai Kuta, mulai dari depan kawasan Anvaya hingga sisi utara dekat Setra Kuta. Struktur tersebut berfungsi menahan energi gelombang laut agar abrasi tidak terus mengikis kawasan pantai wisata itu.
Pascarampungnya konstruksi utama, proyek kini memasuki tahap pengisian pasir untuk memperlebar kembali garis pantai. Namun, proses tersebut sempat mengalami hambatan akibat kapal operasional yang digunakan mengalami kerusakan.
Pengisian pasir sebelumnya telah berjalan selama tiga hari sebelum kapal mengalami kendala teknis setelah baling-baling dan sistem navigasinya terkena batu karang di area pengerjaan. “Kemarin sudah mulai, tapi ada kendala teknis. Kapalnya kena karang, jadi belum bisa operasi lagi,” jelas Bambang.
Saat ini kapal masih bersandar di kawasan Pantai Kelan untuk menjalani perbaikan. Sementara itu, pihak pelaksana proyek bersama tim supervisi dari Jepang tengah mencari metode percepatan agar pengerjaan tetap berjalan. “Kita masih mencari metode lain dan kemungkinan mendatangkan kapal lagi supaya pengerjaannya bisa cepat,” katanya.
Meski begitu, kemunculan tombolo di beberapa titik dinilai menjadi perkembangan positif bagi proses pemulihan Pantai Kuta. Selain membantu mengurangi abrasi, penambahan daratan pasir juga diharapkan dapat mengembalikan kenyamanan wisatawan di kawasan pesisir.
BWS Bali-Penida bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) menargetkan seluruh rangkaian proyek penanganan abrasi Pantai Kuta, termasuk pengisian pasir, selesai pada November 2026 mendatang. “Kita masih diskusi sama pihak Jepang terkait metode percepatannya. Pokoknya secepatnya supaya bisa mengejar pelaksanaan,” kata Bambang. (BC5)


















