balibercerita.com –
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI 3 Denpasar (Trigriska) menggelar acara pelepasan siswa kelas XII tahun pelajaran 2025-2026 di Prime Plaza Sanur, pada Rabu (6/5). Sebanyak 581 siswa yang dilepas tahun ini berasal dari 2 program keahlian yakni kuliner dan perhotelan. Mereka telah dinyatakan lulus 100%, dan siap bersaing dalam dunia usaha, dunia industri, maupun dunia kerja sesuai skill yang dimiliki.
Mereka diproyeksikan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga tenaga profesional yang kompeten, mandiri, dan berkarakter sesuai tema pelepasan “Langkah Pasti Lulusan Berkarakter, Kompeten, dan Mandiri Menuju Profesionalisme Hospitality.”
Kepala SMK PGRI 3 Denpasar, Ns. Ni Putu Ayu Agustin Karisma Dewi, S.Kep., S.Pd., menegaskan bahwa para lulusan telah dibekali keterampilan melalui program praktik kerja lapangan (PKL) serta uji kompetensi. ”Lulusan kami tidak hanya memegang ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi yang diakui industri. Berdasarkan data sebelumnya, 60 persen lulusan langsung terserap di dunia usaha dan industri, sementara 30 persen lainnya melanjutkan studi sambil bekerja,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihak sekolah terus melakukan upgrade kualitas tenaga pendidik melalui berbagai workshop agar metode pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan industri pariwisata saat ini.
Apresiasi senada datang dari Ketua Pengurus Perwakilan YPLP PGRI Kota Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. Ia menilai SMK PGRI 3 Denpasar sebagai sekolah dengan pelayanan dan sarana prasarana terbaik di lingkungan PGRI Kota Denpasar.
”Pelayanan dan proses pembelajarannya sangat bagus. Kami berharap lulusan tidak menambah angka pengangguran, melainkan menjadi tenaga profesional yang mampu bersaing di dunia industri,” ungkap Madiadnyana.
Sementara itu, Ketua PGRI Provinsi Bali, IGN Eddy Mulya, yang turut hadir memberikan motivasi, menekankan pentingnya tiga pilar bagi para alumni yaitu communication skills, managerial skills, dan leadership skills. ”Selain pengetahuan intelektual, karakter adalah kunci utama. Lulusan pendidikan vokasi harus memiliki jati diri yang kuat untuk menghadapi tantangan pasar kerja maupun untuk membangun lapangan kerja sendiri sebagai wirausaha,” tegas Eddy Mulya. (BC18)


















