Sambut Nyepi dan Lestarikan Budaya Bali, Ratusan Siswa Sedagri Meriahkan Pawai Ogoh-ogoh

0
201
Ogoh-ogoh Sedagri
Siswa Sedagri saat mengikuti pawai ogoh-ogoh, Sabtu (14/3). (ist)

balibercerita.com –
Ratusan siswa SD PGRI Kota Denpasar (Sedagri) mengikuti pawai ogoh-ogoh pada Sabtu (14/3), dalam rangka menyambut hari suci Nyepi Tahun Baru Caka 1948. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi sekolah untuk menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya Bali sejak usia dini.

Sebanyak 258 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka mengarak 10 ogoh-ogoh, yang terdiri atas 7 ogoh-ogoh berukuran kecil serta 3 ogoh-ogoh besar. Pawai dimulai dari Jalan Meduri, melintasi Jalan Subita, Jalan WR Supratman, dan kembali menuju Jalan Meduri hingga berakhir di lingkungan sekolah.

Kepala SD PGRI Kota Denpasar, Ni Komang Yuliawati, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan sekolah yang dirancang untuk mengenalkan sekaligus menanamkan nilai-nilai budaya lokal kepada para siswa melalui aktivitas kokurikuler yang bersifat kreatif dan edukatif.

Baca Juga:   DPRD Badung Apresiasi Prestasi Himpunan Seniman Pecatu-Bali Talent Artist di Ajang Patung Salju Internasional

“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal kepada anak-anak sejak dini, khususnya melalui proses pembuatan hingga pengarakan ogoh-ogoh yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat Bali dalam menyambut hari suci Nyepi,” ujarnya.

Menurut Yuliawati, proses pembuatan ogoh-ogoh telah dimulai sejak bulan Januari. Kegiatan tersebut melibatkan kolaborasi antara siswa, guru, serta dukungan dari para orang tua siswa. Tiga ogoh-ogoh besar yang diarak merupakan hasil karya siswa sendiri, mulai dari tahap perencanaan desain, pengumpulan bahan, hingga proses pengerjaannya.

Baca Juga:   UHN IGB Sugriwa Denpasar Angkat Itihasa Ramayana Dalam Icohis

Ia menambahkan, para siswa bahkan rela meluangkan waktu setelah kegiatan belajar untuk menyelesaikan ogoh-ogoh yang mereka buat. “Sepulang sekolah anak-anak masih menyempatkan waktu sekitar 1 hingga 2 jam untuk membuat ogoh-ogoh. Bahkan ketika mereka sudah lelah setelah belajar, antusiasme mereka tetap tinggi untuk menyelesaikan karya tersebut,” jelasnya.

Yuliawati juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan orang tua siswa yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini. Dukungan tersebut tidak hanya berupa motivasi, tetapi juga bantuan berupa bahan dan biaya yang diperlukan dalam proses pembuatan ogoh-ogoh.

Baca Juga:   Wakil Ketua I DPRD Badung Hadiri Gelar Pasukan Operasi Ketupat Agung 2026

Usai pawai berlangsung, 3 ogoh-ogoh besar langsung dibawa menuju area kuburan di depan SMP PGRI 2 Denpasar untuk dibakar. Sementara itu, ogoh-ogoh berukuran kecil dibawa pulang oleh para siswa dan rencananya akan kembali digunakan saat pengarakan ogoh-ogoh menjelang Pangerupukan.

Melalui kegiatan tersebut, pihak sekolah berharap para siswa semakin mengenal serta mencintai budaya Bali sejak dini, tidak hanya melalui pembuatan ogoh-ogoh, tetapi juga melalui berbagai kesenian tradisional lainnya. “Kami berharap anak-anak setiap tahun tetap semangat dan antusias mempelajari budaya Bali. Ke depan kami juga berencana menambahkan penampilan tari-tarian dari siswa agar kegiatan ini semakin meriah dan edukatif,” pungkasnya. (BC18)