Tawur Agung Kesanga di Badung Akan Dipusatkan di Catus Pata Carangsari

tawur agung kesanga
Sekda Badung, I Wayan Adi Arnawa memimpin rapat terkait persiapan tawur agung kesanga serangkaian hari raya Nyepi. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –

Sekretaris Daerah Kabupaten Badung, I Wayan Adi Arnawa memimpin rapat terkait persiapan upacara tawur agung kesanga serangkaian hari raya Nyepi Tahun Baru Caka 1944. Rapat bertempat di Puspem Badung, Kamis (13/1). Dalam rapat tersebut diputuskan bahwa pelaksanaan tawur agung kesanga di Badung tahun 2022 akan dipusatkan di Kecamatan Petang, tepatnya di catus pata Desa Adat Carangsari.

Rapat dihadiri Kadis Kebudayaan Badung, I Gde Eka Sudarwitha, Ketua PHDI Badung Gede Rudia Adiputra, Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Madya Kabupaten Badung A.A. Putu Sutarja, Ketua Widya Saba Kabupaten Badung, I Gusti Putu Wira, Listibya Kabupaten Badung, serta bendesa adat se-Badung.

Sekda Adi Arnawa mengungkapkan, tawur kesanga sudah diputuskan  akan dilaksanakan di catus pata Desa Adat Carangsari. “Saya mengimbau agar dalam pelaksanaan tawur agung kesanga, pawai ogoh-ogoh dan perayaan Nyepi di Kabupaten Badung selalu mengedepankan protokol kesehatan, mengingat saat ini masih berada pada masa pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Baca Juga:   Pemkab Badung Biayai Swab Antigen Sekaa Teruna yang Mengarak Ogoh-ogoh

Lebih lanjut Adi Arnawa mengatakan, untuk pelaksanaan pawai ogoh-ogoh secara prinsip dapat dilaksanakan sesuai dengan penegasan Gubernur Bali dan surat edaran dari MDA Provinsi Bali, tergantung kondisi dan situasi di masing-masing desa adat. “Pawai ogoh-ogoh prinsipnya dapat dilaksanakan. Kata dapat dilaksanakan itu berarti tergantung situasi dan kondisi masing-masing desa adat dalam hal ini masing-masing kabupaten. Kalau desa adat memandang siap dengan tetap mengikuti aturan-aturan, surat edaran dan surat penegasan gubernur, saya kira tidak ada masalah tapi semua itu harus benar-benar diterapkan,” ujarnya.

Ia telah meminta Ketua Majelis Madya agar segera menindaklanjuti kepada masing-masing desa adat untuk melakukan koordinasi dengan masing-masing sekaa terunanya, apakah akan ada mengajukan proposal untuk membuat ogoh-ogoh sekaligus pawai pada malam Pangerupukan. Sebab menurutnya, Bupati Badung tetap berkomitmen membantu kreativitas sekaa teruna. “Sebagai bentuk reward yang diberikan oleh pemerintah kepada generasi muda, secara kebetulan mulai dieksekusi di saat tawur kesanga seperti ini,” ucapnya.

Baca Juga:   Masineb, Pujawali di Dang Kahyangan Pura Luhur Kubontingguh

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gede Eka Sudarwitha berharap rangkaian upacara melasti, pecaruan/tawur Tilem Sasih Kesanga dan Nyepi dilaksanakan dengan prokes yang ketat, di samping tetap memperhatikan status PPKM Level 2. Upacara melasti agar dilakukan masih dalam lingkungan wilayah desa adat setempat dan tidak dilakukan ke luar wilayah desa adat.

Untuk upacara tawur agung kesanga, digelar di Perempatan Agung Desa Adat Carangsari yang lokasinya di jaba Puri Agung Carangsari. Upacara ini dilaksanakan Pemkab Badung bersama PHDI Badung dan MDA Badung pada Buda Paing Wayang, 2 Maret 2022, pukul 12.00 Wita. Bagi desa adat yang wilayahnya berada di ibu kota kecamatan yakni Desa Adat Petang, Desa Adat Blahkiuh, Desa Adat Mengwi, Desa Adat Kerobokan, Desa Adat Kuta, Desa Adat Jimbaran, pelaksanaan upacara tawur memakai upacara caru panca sanak yaitu dengan lima ekor ayam (panca sata) ditambah itik belang kalung beserta kelengkapannya atau sesuai dengan kemampuan (manut dresta) yang dilaksanakan pada Rabu tanggal 2 Maret 2022, pukul 16.00 wita, dengan lokasi di catus pata kecamatan setempat.

Baca Juga:   Puncak Palebon Ida Cokorda Pemecutan XI Sedot Perhatian Masyarakat

Mantan Camat Petang ini juga mengatakan, pembuatan dan pawai ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Nyepi dapat dilakukan dengan ketentuan pembuatan dan pawai ogoh-ogoh tetap mencermati kondisi, situasi penularan Covid-19, dan memastikan sudah dalam kondisi melandai serta tidak ada kebijakan baru pemerintah pusat maupun daerah terkait dengan pembatasan aktivitas. Pembuatan dibatasi hanya di tingkat banjar adat/suka duka, arah dan gerak pawai ogoh-ogoh juga dibatasi keliling wewidangan banjar adat. Peserta pawai ogoh-ogoh dibatasi paling banyak 50 orang dengan waktu maksimal sampai pukul 20.00 Wita. (BC9)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini