Pengurus MGPSSR Kecamatan Kuta 2021-2026 Diharapkan Ikut Tingkatkan Kehidupan Adat dan Agama di Badung

0
249
MGPSSR
Nyoman Graha Wicaksana memberikan bendera Pasemetonan Pasek kepada pengurus kelurahan. (ist)

Mangupura, balibercerita.com – 

Struktur kepengurusan Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Kecamatan Kuta Tahun 2021-2026 telah terbentuk. Mereka dinahkodai oleh Nyoman Graha Wicaksana selaku ketua di kecamatan. Disokong oleh I Made Sudiarta selaku ketua di Kelurahan Kuta, Wayan Sunadi selaku ketua di Kelurahan Legian, Made Suparta selaku ketua di Kelurahan Seminyak, Wayan Purnadi selaku ketua di Kelurahan Tuban, dan Wayan Yustisia Semarariana selaku ketua di Kelurahan Kedonganan. 

Upacara mejaya-jaya pengurus MGPSSR Kecamatan Kuta dan Pamikukuh Pengurus MGPSSR kelurahan se-Kecamatan Kuta dilaksanakan, Rabu (12/1), di Pasraman Pasek Amertha Jati Kuta.

Ketua MGPSSR Kabupaten Badung, I Gede Eka Sudawirtha berharap, pasikian (persatuan) di lingkup pasemetonan bisa semakin meningkat. Keberadaan organisasi paiketan pasemetonan itu diharapkan juga dapat memberikan sumbangsih terhadap kehidupan adat dan agama di Kabupaten Badung, khususnya dan Provinsi Bali pada umumnya. “Kita memberikan warna. Jangan bersifat eksklusif, tapi cair dan melebur bersama-sama komponen pasemetonan lainnya dalam meningkatkan kehidupan adat, agama di Kabupaten Badung dan Provinsi Bali,” ujarnya.

Baca Juga:   Kehidupan Nelayan Kuta: Dulu Memancing Ikan, Kini Menjaring Turis

Ia mengimbau kepada pengurus di tingkat kecamatan dan kelurahan nantinya mengikuti pedoman MGPSSR kabupaten yang sudah ada, agar apa yang menjadi program dan kepengurusan sinkron dengan strukturisasi induk. Dalam menyusun struktur organisasi, kepengurusan nantinya agar dibagi menjadi 3 bagian seperti di desa adat yaitu bagha parahyangan, palemahan dan pawongan. 

Adapun program ketiga bagian bagha itu bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas harmonisasi sradha dan bhakti. Seperti, bagaimana bagha parahyangan meningkatkan pelaksanaan tatanan upacara di tingkat pura dadia, panti, dan kawitan. Kemudian, bagha pawongan meningkatkan sradha bhakti dan intelektual beragama umat di pasemetonan. Pasemetonan diharapkan tidak hanya sekedar beragama Hindu, melainkan mengetahui makna dan memahami tata cara ajaran agamanya. Sedangkan, bagha palemahan menyangkut bagaimana upaya dalam pelestarian alam, dengan menjaga alam dan lingkungan. 

Baca Juga:   Giri Prasta Siap Bantu Penataan Pura Kahyangan Jagat Luhur Batu Panes

Sementara, Ketua MGPSSR Kecamatan Kuta 2021-2026 Nyoman Graha Wicaksana mengaku akan segera melaksanakan rapat kerja untuk merangkum program yang akan dilaksanakan 5 tahun ke depan. Sejauh ini pihaknya mengaku telah menerima beberapa usulan yang nantinya akan dijadikan sebuah program. Yaitu metatah massal, atma wedana, pelatihan-pelatihan serati banten, pemangku dan sebagainya, termasuk melakukan pendataan keberadaan dadia di Kecamatan Kuta. “Maret ini program yang kita buat itu harus berupa proposal, sehingga ini bisa diajukan kepada pemerintah agar bisa dibantu,” ujarnya.

Baca Juga:   Jalur Pendakian ke Pucak Mangu Ditutup Sementara, Pemkab Badung Dukung Karya Sakral 10 Tahun Sekali

Diakuinya, saat ini struktur kepengurusan MGPSSR Kecamatan Kuta menjadi lebih lengkap. Sebab kepengurusan di kelurahan telah dibentuk struktur, sedangkan sebelumnya hanya berupa koordinator. Hal itu dibentuk agar garis koordinasi dan program nyambung dan solid sampai ke tingkat kelurahan dan desa. Dengan adanya wadah tersebut, diharapkan bisa sebagai tempat mempersolid barisan, magendu wirasa, bercengkrama dan menyampaikan aspirasi apa yang menjadi kebutuhan nyama Pasek. Untuk sementara waktu, Pasraman Pasek Amertha Jati akan dijadikan episentrum. Namun, tidak menutup kemungkinan nantinya di setiap kelurahan/desa membentuk hal yang sama. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini