balibercerita.com –
Edukasi lingkungan kini tidak lagi hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Yayasan Jati Nusa Lestari (JaNusa) menghadirkan cara belajar baru melalui peluncuran program Sekolah Alam Jati Nusantara yang mengajak generasi muda Bali belajar langsung dari alam.
Program perdana yang digelar Minggu (10/5) ini menggandeng Pecinta Alam Lingkungan Hidup (PALH) SMKN 2 Denpasar sebagai mitra kolaborasi untuk menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sejak dini melalui pendekatan praktik lapangan. Mengusung konsep belajar berbasis pengalaman, kegiatan diawali di Kebun Percontohan Yayasan Jati Nusa Lestari, Pejeng, Bali. Para peserta mengikuti sesi “Energi Pagi JaNusa” melalui permainan fisik dan kegiatan interaktif yang membangun semangat kebersamaan sebelum memasuki sesi edukasi utama.
Dalam sesi bertajuk “Jati Diri”, peserta diajak memahami perjalanan hidup pohon jati melalui pengamatan langsung terhadap 12 fase pertumbuhannya, mulai dari bibit kecil di nursery hingga pohon dewasa yang siap menjadi penyangga ekosistem.
Tidak hanya belajar mengenali pohon, para siswa juga dilatih menjadi “detektif monitoring” dengan mempelajari cara memantau kesehatan pohon menggunakan pita status. Pelatihan ini menjadi langkah awal membentuk relawan muda peduli lingkungan yang nantinya terlibat dalam pemantauan tegakan jati secara berkelanjutan.
Perwakilan Yayasan Jati Nusa Lestari, Ignatia Kirei Orevilly mengatakan, pendekatan belajar langsung di alam diharapkan mampu membangun hubungan emosional generasi muda dengan lingkungan sekitar. “Melalui sekolah alam ini, kami ingin anak muda tidak hanya melihat pohon sebagai objek diam, tetapi sebagai makhluk hidup yang memiliki siklus dan membutuhkan perhatian,” ujarnya.
Kegiatan edukasi kemudian dilanjutkan ke Mai Organic Farm untuk memperlihatkan praktik nyata pertanian organik dan ekonomi sirkular. Di lokasi tersebut, peserta belajar bagaimana proses perawatan tanaman dilakukan tanpa bahan kimia dan lebih mengedepankan penggunaan pupuk organik demi menjaga keseimbangan alam. Sebagai simbol kolaborasi keberlanjutan, Yayasan JaNusa juga menyerahkan dua bibit pohon jati merah unggulan kepada Mai Organic Farm.
Suasana belajar di alam terbuka ditutup dengan makan siang bersama di tengah area perkebunan organik, menghadirkan pengalaman edukatif yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memperkuat kesadaran pentingnya menjaga lingkungan hidup.
Melalui program ini, Sekolah Alam Jati Nusantara diharapkan menjadi inspirasi lahirnya ruang-ruang belajar alternatif berbasis alam bagi generasi muda Bali untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. (BC5)


















