BI Tegaskan Literasi Pondasi Utama Transformasi Sosial dan Ekonomi Berkelanjutan di Bali

0
14
Literasi
Suasana talk show serangkaian peringatan World Book Day 2026 yang digelar di Gedung Ksirarnawa, Art Center Denpasar, Rabu (13/5). (ist)

balibercerita.com –
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali menegaskan bahwa literasi merupakan kunci utama dalam membangun masyarakat yang siap menghadapi tantangan masa depan. Hal tersebut disampaikan dalam peringatan World Book Day 2026 yang digelar di Gedung Ksirarnawa, Art Center Denpasar, Rabu (13/5).

​Membacakan sambutan Kepala Perwakilan BI Bali Achris Sarwani, Deputi Direktur BI Bali, Yusuf Wicaksono menyatakan bahwa literasi di era modern harus dimaknai lebih luas dari sekadar kemampuan membaca. Literasi adalah kemampuan esensial untuk membangun kesadaran sosial, kelestarian lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Baca Juga:   Pecah Telur, Poltekkes Kemenkes Denpasar Punya Profesor Perdana

​”Melalui literasi, masyarakat diajak lebih memahami tantangan sosial dan lingkungan di Bali. Kesadaran akan perubahan besar dapat dimulai dari aksi sederhana yang berdampak nyata,” ujar Yusuf.

Mengusung tema “Connected by Literacy: Building Future-Ready Communities”, BI Bali memperkenalkan semangat lokal melalui subtema “Bali Local Spirit, Global Pride: Rooted in Local Harmony, Impacting the World”. Yusuf menekankan bahwa literasi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Hal ini dibuktikan dengan peluncuran buku karya aktivis lingkungan, Melati Wijsen yang menyoroti pentingnya perubahan dari langkah kecil individu.

Baca Juga:   Anom Gumanti Sebut DPRD Badung Berkomitmen Kawal Program Pendidikan

​Tak hanya itu, BI Bali juga memperkuat budaya literasi melalui berbagai program kolaboratif, di antaranya perpustakaan keliling yang bekerja sama dengan komunitas literasi untuk menghadirkan ruang belajar yang inklusif dan dekat dengan masyarakat. Kemudian, menggandeng perpustakaan provinsi dan Duta Bahasa Bali untuk memperkuat penggunaan bahasa Indonesia sekaligus mendorong kreativitas generasi muda, serta meluncurkan program hibah buku dan pengembangan fasilitas ekosistem literasi guna menyediakan akses bacaan yang nyaman bagi publik.

Menariknya, literasi kali ini juga dikaitkan dengan edukasi sistem keuangan modern. BI Bali mengintegrasikan pemahaman mengenai sistem pembayaran digital, termasuk pengenalan QRIS antarnegara sebagai bagian dari literasi ekonomi inklusif. ​”Literasi tidak boleh berhenti pada pemahaman teori, tetapi harus hadir di tengah masyarakat dengan suasana yang santai, efektif, dan menyenangkan,” tambah Yusuf.

Baca Juga:   Ketua DPRD Badung Anom Gumanti Dorong Porsenijar 2026 Cetak Generasi Berprestasi dan Berkarakter

​Melalui rangkaian inisiatif ini, Bank Indonesia berharap minat baca dan semangat belajar yang tinggi dapat menjadi pondasi kuat bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Bali, yang pada akhirnya akan menggerakkan roda ekonomi menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. (BC18)