balibercerita.com –
Djakarta Warehouse Project (DWP) 2026 dipastikan kembali digelar di Jakarta pada 2, 3, dan 4 Oktober 2026. Kepastian itu diumumkan bersamaan dengan perilisan aftermovie Djakarta Warehouse Project 2025 yang tahun lalu sempat digelar di Bali.
Kembalinya DWP ke Jakarta menjadi sorotan besar di kalangan pecinta musik elektronik. Setelah menghadirkan pengalaman berbeda di Bali pada 2025, festival garapan Ismaya Live tersebut kini seolah “pulang kandang” ke kota yang selama ini melekat kuat dengan identitas DWP.
Melalui aftermovie terbaru, Ismaya Live tidak hanya menampilkan kemeriahan panggung, euforia penonton, hingga atmosfer festival kelas dunia selama DWP 2025 di Bali, tetapi juga memberi sinyal kuat bahwa Jakarta kembali menjadi pusat energi utama festival elektronik terbesar di Indonesia itu.
Jakarta dinilai memiliki karakter urban yang sulit dipisahkan dari DNA DWP. Hiruk-pikuk metropolitan, gemerlap gedung pencakar langit, hingga kehidupan malam ibu kota dianggap mampu menghadirkan pengalaman festival yang lebih intens dan ikonik.
Brand Manager Ismaya Live, Argi Wibawa mengatakan, sinergi antara energi Jakarta dan ambisi DWP menjadi alasan festival tersebut terus berkembang setiap tahun. “Sinergi antara energi dinamis Jakarta dan ambisi DWP memungkinkan kami untuk terus melampaui batas pengalaman festival setiap tahunnya,” ujarnya.
Meski DWP 2025 di Bali menghadirkan nuansa destinasi wisata tropis yang berbeda, banyak penggemar menilai kembalinya festival ke Jakarta membawa nostalgia tersendiri. Jakarta dianggap sebagai rumah besar DWP sejak festival itu tumbuh menjadi salah satu ajang musik elektronik terbesar di Asia.
Melalui perilisan aftermovie tersebut, DWP mulai memanaskan antusiasme penggemar untuk kembali merasakan euforia festival di tengah gemerlap ibu kota pada Oktober mendatang. (BC5)

















