Libur Nyepi dan Lebaran 2026, The Nusa Dua Optimistis Okupansi Hotel Capai 70 Persen

0
19
The Nusa Dua Nyepi Idul Fitri
Kawasan The Nusa Dua. (ist)

balibercerita.com –
Kawasan pariwisata The Nusa Dua tetap optimistis terhadap tingkat hunian hotel pada periode libur hari raya Nyepi yang tahun ini beririsan dengan Idul Fitri. Momentum dua perayaan besar tersebut diperkirakan mampu menjaga stabilitas okupansi hotel di kawasan pariwisata unggulan Bali Selatan itu.

General Manager The Nusa Dua, Made Agus Dwiatmika memproyeksikan tingkat okupansi hotel di kawasan tersebut dapat mencapai sekitar 70 persen. Hingga minggu pertama Maret, tingkat hunian tercatat masih cukup stabil di kisaran angka tersebut.

“Untuk minggu pertama bulan Maret cukup stabil di angka 70 persen. Diharapkan pada saat libur Lebaran nanti yang kebetulan beririsan dengan Nyepi bisa menambah okupansi kawasan,” ujarnya.

Menurutnya, meskipun kondisi global saat ini tidak sepenuhnya ideal akibat konflik di kawasan Timur Tengah, situasi tersebut diharapkan tidak memberikan dampak signifikan terhadap kunjungan wisata ke Bali. Hal ini karena mayoritas wisatawan yang datang ke Bali berasal dari Australia dan China, sehingga diharapkan mampu menjaga bahkan meningkatkan tingkat hunian di kawasan.

Baca Juga:   Begini Skema Pengalihan Arus Lalin di Kuta saat Malam Tahun Baru

Ia menjelaskan bahwa periode Januari hingga Maret memang biasanya menjadi masa low season bagi sektor pariwisata di Bali. Pada periode yang sama tahun ini tercatat terjadi penurunan sekitar 5 persen dibandingkan tahun lalu. Meski demikian, tingkat hunian masih berada di atas 60 persen.

Dengan melihat rata-rata tingkat hunian pada Februari yang mencapai sekitar 65 persen, kondisi tersebut masih dianggap cukup baik bagi industri perhotelan. “Kalau melihat average bulan Februari sekitar 65 persen, itu masih dianggap kondisi tingkat hunian bagus,” jelasnya.

Baca Juga:   Subjek Visa On Arrival Diperluas Jadi 60 Negara

Sejauh ini, pihak pengelola juga belum menerima laporan dari para tenant terkait adanya peningkatan signifikan dalam tingkat hunian. Namun demikian, pihaknya tetap berharap okupansi hotel dapat mencapai sekitar 70 persen saat periode libur Lebaran dan Nyepi.

Ia juga berharap kebijakan work from anywhere (WFA) dapat turut membantu meningkatkan tingkat hunian, baik di dalam kawasan The Nusa Dua maupun di luar kawasan. Terkait pelaksanaan hari raya Nyepi, pihak pengelola secara rutin melakukan pertemuan dengan para tenant untuk membahas kesiapan pelaksanaan Catur Brata Panyepian, terlebih pada tahun ini Nyepi bertepatan dengan momentum Lebaran.

Selain melakukan pembaruan terkait paket yang disiapkan oleh tenant hotel, pertemuan tersebut juga bertujuan memastikan seluruh pihak mematuhi ketentuan adat yang berlaku selama Nyepi. Pihak desa adat dan pemerintah daerah juga aktif memberikan imbauan agar semua pihak saling mengingatkan terkait pelaksanaan Nyepi.

Baca Juga:   The Canna Bali, One Stop Destination di Pantai Sawangan

Menurutnya, rata-rata tamu hotel yang menginap di kawasan The Nusa Dua sudah cukup memahami aturan pelaksanaan Nyepi dan bersedia mematuhinya. “Saat Nyepi tamu tidak boleh keluar kawasan, baik dari hotel maupun ke pantai. Kita sudah ingatkan tamu bahwa mereka hanya boleh beraktivitas di dalam hotel,” katanya.

Menariknya, saat hari raya Nyepi tingkat hunian hotel justru biasanya mengalami peningkatan, terutama dari wisatawan domestik yang ingin merasakan pengalaman menikmati suasana hening Pulau Dewata selama sehari penuh. (BC5)