balibercerita.com –
Sejak mulai beroperasi pada 23 September 2013, Jalan Tol Bali Mandara terus menunjukkan peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Bali Selatan. PT Jasamarga Bali Tol (JBT) mencatat peningkatan signifikan jumlah kendaraan yang melintas sepanjang tahun 2025, yang mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap infrastruktur tersebut.
Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, Ketut Adiputra Karang mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 20.278.229 kendaraan melintas di Jalan Tol Bali Mandara. Angka ini meningkat sekitar 10,67 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan rata-rata volume lalu lintas harian mencapai sekitar 55.863 kendaraan.
“Capaian ini sekaligus menjadi indikator bahwa kualitas layanan yang diberikan PT JBT semakin dipercaya dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Bali Selatan,” ujarnya.
Menurutnya, capaian tersebut bahkan telah melampaui kondisi sebelum pandemi Covid-19. Berdasarkan data yang dimiliki PT JBT, jumlah kendaraan yang melintas di Jalan Tol Bali Mandara dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan fluktuasi yang cukup signifikan.
Pada tahun 2018 tercatat sebanyak 18.256.759 kendaraan, kemudian pada 2019 sebanyak 16.330.737 kendaraan. Memasuki masa pandemi, jumlah kendaraan turun drastis pada 2020 menjadi 6.079.706 kendaraan dan kembali menurun pada 2021 menjadi 4.175.866 kendaraan.
Seiring dengan pemulihan sektor pariwisata dan mobilitas masyarakat, jumlah kendaraan mulai meningkat kembali pada 2022 dengan 8.795.805 kendaraan, kemudian naik pada 2023 menjadi 14.189.028 kendaraan, serta pada 2024 tercatat 18.322.974 kendaraan.
Ketut Adiputra Karang menjelaskan bahwa peningkatan trafik pada tahun 2025 terutama terjadi pada semester kedua, seiring meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali. Mayoritas peningkatan trafik tersebut didorong oleh meningkatnya mobilitas wisatawan asing yang berkunjung ke Pulau Dewata, sehingga pertumbuhan lalu lintas mencapai sekitar 10 persen.
Selain peningkatan jumlah kendaraan, PT JBT juga mencatat adanya pergeseran komposisi jenis kendaraan yang melintas di Jalan Tol Bali Mandara. Pada tahun 2025, persentase kendaraan golongan I (mobil) mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024, dari sekitar 60 persen menjadi 57 persen.
Sebaliknya, jumlah kendaraan sepeda motor justru mengalami peningkatan dari 38 persen menjadi 41 persen. Kondisi ini diperkirakan terjadi karena kepadatan lalu lintas di jalur arteri, sehingga masyarakat cenderung memilih menggunakan sepeda motor sebagai alternatif mobilitas yang lebih cepat.
Sementara itu, terkait momentum Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, trafik kendaraan di Jalan Tol Bali Mandara diperkirakan mengalami penurunan sekitar 5 persen dibandingkan kondisi normal. Pada periode tersebut, jumlah kendaraan yang melintas diperkirakan berada di kisaran 50 ribuan kendaraan per hari.
Berbeda dengan periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang justru mengalami peningkatan trafik sekitar 5 hingga 10 persen dibandingkan kondisi normal. Setelah periode Lebaran, PT JBT memperkirakan jumlah kendaraan yang melintas di Jalan Tol Bali Mandara kembali meningkat hingga mencapai sekitar 57 ribu kendaraan per hari.
Sebagai perbandingan, pada periode Lebaran tahun lalu jumlah kendaraan yang melintas tercatat sekitar 52 ribu kendaraan per hari. Dengan demikian, pada tahun ini diperkirakan terjadi peningkatan sekitar 5 ribu kendaraan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (BC5)


















