Puncak Festival Ogoh-ogoh Singasana III, Sepuluh Karya Terbaik Sekaa Teruna Tampil Memukau

0
122
Festival Ogoh-ogoh Singasana
Ogoh-ogoh Adhikara Grahana berhasil meraih juara I pada Festival Ogoh-ogoh Singasana III Tahun 2026. (ist)

balibercerita.com –
Puncak Festival Ogoh-ogoh Singasana III Tahun 2026 berlangsung meriah di seputaran Gedung Kesenian I Ketut Marya, Tabanan, Minggu (15/3). Sebanyak 10 ogoh-ogoh terbaik karya sekaa teruna (ST) perwakilan kecamatan tampil memukau di hadapan ribuan masyarakat yang memadati area festival.

Festival ini secara resmi dibuka Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya didampingi Wakil Bupati I Made Dirga. Hadir pula, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan atau yang mewakili, anggota DPRD Bali, DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda, sekda, para kepala perangkat daerah, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat.

Baca Juga:   Ngangget Don Bingin di Pura Dalem Tambang Badung
Bupati Sanjaya antusias menyaksikan rangkaian Festival Ogoh-ogoh Singasana III Tahun 2026, Minggu (15/3). (ist)

Bupati Sanjaya mengatakan, Festival Ogoh-ogoh Singasana tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga wadah pembinaan seni, pelestarian budaya, serta sarana mempererat kebersamaan antar Sekaa Teruna di Kabupaten Tabanan. Festival ini juga lahir dari gagasan dan diskusi bersama kalangan yowana yang mendapat sambutan luas dari generasi muda.

Pada tahun ini, festival diikuti 64 ogoh-ogoh dari seluruh kecamatan di Tabanan. Peserta tersebut sebelumnya telah melalui proses seleksi berjenjang mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten, hingga akhirnya terpilih 10 karya terbaik yang tampil pada malam puncak.

Baca Juga:   Nyepi dan Idul Fitri Berdekatan, Kemenag Bali Ajak Masyarakat Jaga Harmoni dan Toleransi

“Maka dari itu pemerintah hadir di tengah masyarakat dalam rangka pelestarian adat, agama, serta seni budaya sesuai visi misi pembangunan di Tabanan. Astungkara Festival Ogoh-ogoh Singasana yang ketiga ini bisa terselenggara dengan penuh semangat dan antusias dari 10 kecamatan di Kabupaten Tabanan,” ujar Sanjaya.

Berdasarkan penilaian dewan juri, ogoh-ogoh Adhikara Grahana karya ST Dharma Bhakti, Banjar Tampak Karang, Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, berhasil meraih juara pertama. Juara kedua diraih ST Tri Wikrama Banjar Kamasan, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan dengan ogoh-ogoh Ngerejeg Bhoma Palatra. Sedangkan juara ketiga diraih ST Permata Banjar Tanah Bang, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri dengan karya berjudul Kunti Seraya.

Baca Juga:   Mesantalan, Tradisi Unik Sebagai Wujud Syukur Hasil Panen di Desa Apit Yeh 

Sanjaya juga mengapresiasi kreativitas para pemuda yang dinilainya semakin berkembang setiap tahun. Menurutnya, ogoh-ogoh yang ditampilkan kini tidak hanya sebatas untuk diarak saat pengerupukan menjelang hari raya Nyepi, tetapi juga menunjukkan konsep artistik, kebersamaan, hingga pemanfaatan teknologi.

“Sekarang kualitas ogoh-ogoh di Tabanan sudah sangat bagus. Bahkan sudah memanfaatkan teknologi sehingga ogoh-ogoh bisa bergerak. Ini menunjukkan kecerdasan dan kreativitas yowana di Tabanan semakin berkembang,” tandasnya. (BC13)