Desa Adat Tata Pedagang untuk Tingkatkan Daya Tarik Wisata Pantai Kuta

0
115
Penataan pedagang Pantai Kuta
Salah satu pergola di Pantai Kuta, titik seberang Hard Rock Cafe Kuta. (ist)

balibercerita.com –
Penataan pedagang makanan di sepanjang Pantai Kuta menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tarik wisata kawasan pantai di kampung turis. Melalui penyediaan bangunan khusus berupa pergola, Desa Adat Kuta ingin menghadirkan wajah Pantai Kuta yang lebih tertata, estetik, dan nyaman bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pantauan di lapangan pada Jumat (16/1), menunjukkan salah satu pergola di seberang Hard Rock Cafe telah rampung dibangun. Mengusung desain bangunan terbuka dengan dominasi material kayu bernuansa cokelat, pergola tersebut dirancang agar menyatu dengan karakter alam Pantai Kuta. Di dalamnya, telah tersedia fasilitas pendukung seperti tempat pencucian piring serta meja-meja hasil inovasi dari bekas gerobak pedagang yang kini kembali difungsikan secara lebih rapi.

Bendesa Adat Kuta, I Komang Alit Ardana menjelaskan bahwa penataan ini bertujuan meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan saat menikmati Pantai Kuta. Dengan pengaturan lokasi berjualan yang terpusat dan tertib, aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa mengurangi keindahan pantai.

Baca Juga:   Bandara Ngurah Rai Catat Kenaikan Jumlah Penumpang

“Pantai Kuta adalah ikon pariwisata Bali. Karena itu, penataan pedagang harus mendukung kenyamanan wisatawan dan keindahan kawasan. Sekarang lokasi berjualan sudah kami tentukan, sehingga tidak semrawut dan tetap tertib,” ujarnya.

Saat ini, tercatat sekitar 50 pedagang makanan dan 130 pedagang minuman beroperasi dari kawasan Tsunami Shelter hingga perbatasan Legian. Untuk pedagang minuman seperti soft drink dan kelapa muda, Desa Adat Kuta akan menyiapkan payung khusus agar aktivitas berjualan tetap rapi dan tidak mengganggu pemandangan pantai.

Desain pergola dibuat dengan tinggi meja yang rendah sehingga tidak menutup panorama pantai dari arah jalan. Material kayu dipilih agar selaras dengan estetika kawasan pesisir, sekaligus memperkuat kesan alami yang menjadi daya tarik utama Pantai Kuta. Pergola yang dibangun dalam lima zona ini ditargetkan mulai beroperasi paling lambat akhir Januari 2025.

Baca Juga:   Antisipasi PMK, Badung Mulai Gelar Vaksinasi 

Masing-masing pergola memiliki kapasitas berbeda-beda, mulai dari 10 hingga 20 pedagang makanan di setiap zona. Hingga kini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 95 persen dan tinggal menyisakan satu zona yang belum rampung. Seluruhnya ditargetkan beroperasi sebelum akhir Januari.

Selain bangunan fisik, Desa Adat Kuta juga melengkapi fasilitas pendukung seperti listrik, air bersih, serta sistem pengelolaan limbah. Para pedagang diwajibkan menjaga kebersihan dan melakukan pemilahan sampah demi menjaga citra Pantai Kuta sebagai destinasi wisata yang bersih dan berkelanjutan.

Aturan ketat juga diberlakukan, termasuk larangan memindahtangankan tempat berjualan. Pelanggaran akan dikenakan sanksi tegas berupa pencabutan nomor dagang secara permanen. Komposisi pedagang pun diatur, yakni 70 persen krama adat dan 30 persen non adat, guna menjaga keseimbangan ekonomi lokal.

Baca Juga:   Korpri Badung Bersihkan Pantai Jerman, Berhasil Kumpulkan 26 Ton Sampah

“Pengelolaan stand makanan ini sepenuhnya dari desa adat. Kami ingin Pantai Kuta tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menjadi ruang ekonomi yang tertib dan berkelanjutan bagi masyarakat,” jelas Alit.

Sementara itu, Sekretaris Camat Kuta, Made Agus Suantara menambahkan bahwa pengelolaan Pantai Kuta merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Badung dan Desa Adat Kuta. Ia optimistis penataan ini akan memperkuat daya tarik wisata Pantai Kuta di mata wisatawan internasional.

“Pantai Kuta sangat diminati wisatawan mancanegara. Dengan penataan yang baik, kita bisa menghadirkan daya tarik wisata yang nyaman, lestari, dan indah. Apalagi dengan proyek pengisian pasir oleh BWS, abrasi yang selama ini terjadi diharapkan dapat teratasi pada 2026,” pungkasnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini