Daun Piduh-piduh, Apotek Hidup yang Kaya Khasiat

0
169
Daun piduh-piduh
Daun piduh-piduh. (BC5)

balibercerita.com –
Di tengah kemajuan dunia medis modern, masyarakat Bali masih akrab dengan pemanfaatan tanaman herbal sebagai pertolongan pertama, terutama untuk mengatasi luka. Salah satu antaranya yang paling dikenal adalah daun piduh-piduh atau daun pegagan. Daun ini kerap disebut sebagai “apotek hidup” karena khasiatnya yang mudah dimanfaatkan dan telah diwariskan secara turun-temurun.

Daun piduh-piduh begitu populer di kalangan masyarakat Bali sebagai obat luka alami. Cara penggunaannya pun terbilang sangat sederhana. Daun ini cukup diremas atau dikunyah, kemudian ditempelkan langsung pada bagian luka.

Khasiatnya dipercaya efektif menghentikan pendarahan dalam waktu singkat. Meski ampuh, daun piduh-piduh memiliki aroma dan rasa yang sangat menyengat. Tak jarang, sensasi tersebut dapat memicu rasa mual hingga muntah bagi sebagian orang saat dikunyah.

Baca Juga:   Unik, Pura di Tengah Kolam Taman Mumbul Sangeh

Daun piduh-piduh juga dikenal dengan daun pegagan (Centella asiatica). Tanaman yang mudah tumbuh di wilayah tropis ini dikenal luas dalam pengobatan tradisional Indonesia, khususnya untuk membantu penyembuhan luka dan menjaga kesehatan kulit. Pegagan mengandung berbagai senyawa aktif seperti asiaticoside, triterpenoid, madecassoside, serta antioksidan yang berperan penting dalam mempercepat regenerasi kulit dan meningkatkan produksi kolagen.

Kandungan tersebut membuat daun pegagan memiliki sifat antiradang, antibakteri, dan antioksidan. Dengan karakteristik ini, pegagan efektif membantu penyembuhan luka ringan, luka bakar, jerawat, hingga membantu menyamarkan bekas luka dan stretch mark. Senyawa aktifnya juga membantu meningkatkan suplai darah ke area luka sehingga proses penutupan luka berlangsung lebih cepat, sekaligus mengurangi kemerahan dan pembengkakan.

Baca Juga:   Bupati Giri Prasta Hadiri Upacara Nyenuk dan Mekebat Daun di Pura Ratu Made Desa Adat Bualu

Pemanfaatan daun pegagan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Daun segar yang telah dicuci bersih bisa dihaluskan menjadi pasta lalu dioleskan langsung ke area luka atau bekas jerawat dan didiamkan selama 15–20 menit sebelum dibilas. Selain itu, pegagan kini juga banyak tersedia dalam bentuk krim, salep, dan serum perawatan kulit yang dikenal sebagai cica cream atau cica serum. Untuk manfaat dari dalam, pegagan dapat direbus menjadi teh herbal dan diminum setelah makan.

Tak hanya untuk kulit, pegagan juga dikenal memiliki manfaat lain bagi kesehatan. Tanaman ini dipercaya mampu meningkatkan daya ingat, konsentrasi, serta membantu mengurangi kecemasan sehingga sering digunakan sebagai suplemen penunjang kesehatan saraf. Pegagan juga berpotensi melancarkan peredaran darah, membantu mengatasi varises, serta mempercepat regenerasi sel.

Baca Juga:   Ketua DPRD Badung Dampingi Bupati Hadiri Puncak Karya Padudusan Agung di Pura Pucak Mangu

Meski demikian, para ahli mengingatkan agar pemanfaatan daun pegagan tetap dilakukan secara bijak. Konsumsi dalam dosis tinggi atau jangka panjang dilaporkan dapat menimbulkan efek samping seperti gangguan pencernaan, sakit kepala, hingga reaksi alergi.

Pada kondisi tertentu, penggunaan berlebihan juga diduga dapat memengaruhi fungsi hati. Oleh karena itu, ibu hamil, ibu menyusui, serta penderita gangguan hati disarankan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi pegagan, baik dalam bentuk rebusan, kapsul, maupun ekstrak. Namun demikian, penggunaan tanaman herbal tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan tidak menggantikan penanganan medis, terutama untuk luka serius atau gangguan kesehatan tertentu. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini