balibercerita.com –
Sebagai wujud nyata pelestarian seni dan budaya Bali, Janger Galuci di bawah binaan PK Aliansi Pemuda Hindu Bali (APHB) Kabupaten Gianyar sukses menggelar pementasan pada Rabu (8/10), bertempat di Pura Puseh Desa Adat Tegalsuci. Pertunjukan ini menjadi momentum penting dalam rekonstruksi semangat generasi muda untuk mewarisi dan menghidupkan kembali nilai budaya leluhur.
Pementasan Janger Galuci kali ini melibatkan 24 penari, 28 penabuh, dan 4 pembina. Melalui penampilan penuh energi dan kekompakan, para penari serta penabuh berhasil memadukan keindahan gerak, irama gending, serta pesan moral yang terkandung dalam setiap adegan.
Ketua PK APHB Gianyar, I Wayan Degus Jaya, menyampaikan bahwa mejangeran lahir dari jati diri masyarakat Bali yaitu agraris. “Janger ini dibangun bukan hanya sekadar pementasan, melainkan menitipkan pesan untuk senantiasa eling dengan yang disebut gama Bali dan Tri Hita Karana,” ujarnya.
Dengan mengusung tema “Kearifan Lokal Berbasis Tri Hita Karana,” pementasan Janger Galuci menekankan pentingnya pemujaan kepada Tuhan, keserasian antar sesama manusia, serta harmoni dengan alam. Selain menghibur, pertunjukan ini juga mengandung edukasi tentang pelestarian lingkungan dan budaya agraris sebagai jati diri masyarakat Bali.
Lebih dari sekadar tarian, Janger Galuci menjadi sarana pembelajaran dan refleksi bagi generasi muda untuk memahami makna kehidupan, kebersamaan, serta rasa syukur terhadap alam semesta. Melalui kreativitas dan semangat yang tinggi, Degus juga menegaskan, janger adalah warisan budaya yang hidup bukan hanya untuk ditonton, tetapi untuk dimaknai dan dijaga keberlanjutannya.
Pementasan ini menegaskan bahwa semangat dan dedikasi PK APHB Gianyar dalam melestarikan seni tradisional terus berlanjut, dengan harapan Janger Galuci dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai, melestarikan, dan mengembangkan budaya Bali di masa depan. (BC10)
















