Hadiri Panen Raya Desa Taman, DPRD Badung Pertegas Komitmen pada Ketahanan Pangan

0
116
DPRD Badung panen raya Desa Taman
I Gede Budiyoga (paling kiri) bersama TNI dan perwakilan Pemkab Badung. (ist)

balibercerita.com –
Anggota DPRD Badung, I Gede Budiyoga hadir dalam kegiatan panen raya, pengumuman swasembada pangan, serta penyerahan penghargaan Presiden Republik Indonesia atas kontribusi dalam pencapaian Swasembada Pangan Tahun 2025. Kehadirannya pada Rabu (7/1), di Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, menjadi representasi resmi Ketua DPRD Badung dalam agenda strategis tersebut.

Kegiatan yang dipusatkan di Banjar Delod Pasar, Subak Taman, ini turut dihadiri pejabat TNI, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Badung, serta Camat Abiansemal.

I Gede Budiyoga menegaskan bahwa lembaga legislatif akan terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian melalui kebijakan yang berpihak pada petani. DPRD Badung akan terus mengawal program-program peningkatan produktivitas pertanian, termasuk penyediaan sarana prasarana, peningkatan kualitas SDM petani, hingga kebijakan yang memastikan keberlanjutan lahan pertanian.

Baca Juga:   Anomali Kemarau Basah di Bali, Curah Hujan September 2025 Lebih Tinggi dari Tahun Lalu

“Kami di DPRD Badung berkomitmen menjaga agar setiap program pembangunan tetap berpijak pada kebutuhan petani. Panen Raya ini adalah bukti bahwa pertanian di Badung, khususnya di Desa Taman, memiliki potensi besar yang wajib kita pertahankan dan kembangkan,” ujarnya.

Baca Juga:   Bupati Adi Arnawa Ikuti Rakor Program Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Ia menambahkan, agenda seperti ini memiliki makna yang lebih luas dari sekadar seremoni panen karena menjadi ruang evaluasi sekaligus motivasi untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Ia berharap sektor pertanian semakin mendapatkan ruang untuk berkembang melalui kebijakan yang tepat sasaran, fasilitasi yang lebih kuat, serta peningkatan kapasitas petani dalam menghadapi dinamika pertanian modern.

“Kami ingin memastikan bahwa upaya swasembada pangan terus berkembang. Apa yang dicapai tahun 2025 ini adalah tonggak penting, dan tentu harus dilanjutkan dengan inovasi dan dukungan berkelanjutan,” tegasnya.

Baca Juga:   Tabanan dan Halmahera Timur Jajaki Kerja Sama Sektor Pangan

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga keberadaan subak sebagai sistem irigasi tradisional yang telah terbukti mampu menopang stabilitas pertanian Bali selama berabad-abad.

“Subak bukan hanya sistem pengairan, tetapi identitas budaya yang menjaga harmoni alam dan manusia. Melalui momentum ini, kami berharap semangat para petani semakin meningkat dalam menerapkan pertanian berkelanjutan, sekaligus memastikan subak tetap menjadi fondasi utama pertanian Bali,” kata Budiyoga. (adv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini