Angin Kencang Picu Fenomena Mirip Badai Pasir di Pantai Kuta

0
121
Pantai Kuta
Kondisi jalanan Pantai Kuta yang terpapar pasir pantai. (ist)

balibercerita.com –
Suasana Pantai Kuta terasa berbeda pada Senin (15/12) sore. Embusan angin kencang membawa pasir pantai hingga ke badan jalan di sekitar kawasan wisata dan usaha-usaha di sekitarnya.

Pasir berceceran di jalan dan beterbangan di udara, menciptakan pemandangan yang sekilas menyerupai badai pasir. Sesekali, pengendara yang melintas turut merasakan embusan pasir terbawa angin.

Angin kencang tersebut terjadi tanpa disertai hujan. Dari arah laut, terlihat awan pekat menggantung di cakrawala, menambah kesan cuaca yang tidak biasa di kawasan Pantai Kuta. Kondisi ini membuat aktivitas di sekitar pantai tidak berlangsung normal.

Baca Juga:   Mengulik Kecanggihan Hyundai Creta, SUV Berteknologi Masa Depan

Sejumlah pedagang memilih tidak membuka payung dagangan, sementara terpal penutup lapak tampak terangkat dan bergerak mengikuti arah angin. Salah seorang pedagang pantai menyebut angin kencang sudah dirasakan sejak sehari sebelumnya, namun intensitasnya meningkat pada Senin sore. “Dari kemarin sudah terasa, tapi sore ini lebih kencang. Padahal belum hujan,” ujarnya.

Situasi tersebut turut memengaruhi kenyamanan wisatawan. Beberapa pengunjung memilih mempersingkat waktu kunjungan karena pasir beterbangan dan angin cukup kuat. Salah satu pengunjung bernama Juni Eka Pratama, mengaku terkejut dengan kondisi Pantai Kuta kali ini. “Biasanya angin tidak seperti ini. Ada pasir yang ikut terbang, jadi tidak lama di pantai,” katanya.

Baca Juga:   Jalan Kartika Plaza Kuta Rawan Banjir

Badai pasir merupakan fenomena meteorologi yang umum terjadi di wilayah kering atau semi-kering. Peristiwa ini muncul ketika angin berkecepatan tinggi mengangkat pasir serta debu dari permukaan tanah yang kering ke lapisan udara, sehingga membentuk massa partikel padat yang tampak seperti “dinding” tebal dan dapat menjulang tinggi. Dalam kondisi tertentu, dinding pasir ini bergerak cepat mengikuti arah angin, mengurangi jarak pandang secara drastis.

Dampak badai pasir cukup luas. Dari sisi transportasi, jarak pandang yang menurun tajam dapat mengganggu lalu lintas darat, laut, maupun udara. Partikel debu yang terhirup juga berisiko bagi kesehatan, terutama bagi penderita gangguan pernapasan. Selain itu, badai pasir dapat memengaruhi ekosistem dengan menutupi vegetasi dan mengubah kualitas tanah.

Baca Juga:   DPRD Badung Terima Kunjungan Mahasiswa FISIP Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Bahas Strategi Digitalisasi dan Pelayanan Publik

Partikel pasir dan debu yang terangkat tidak selalu mengendap di lokasi asalnya. Dalam beberapa kasus, partikel halus dapat terbawa angin hingga ratusan bahkan ribuan kilometer, memengaruhi kualitas udara di wilayah yang jauh dari sumber badai pasir. Fenomena ini menunjukkan bagaimana kondisi cuaca ekstrem di satu wilayah dapat berdampak lintas daerah dan lintas negara. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini