balibercerita.com –
Ingin menikmati hidangan bercita rasa restoran bintang lima tanpa harus menguras dompet? Warung Meating, Jimbaran, hadir sebagai jawabannya. Mengusung konsep kuliner premium dengan harga kaki lima, tempat makan ini sukses mematahkan stigma bahwa makanan lezat dan berkualitas selalu identik dengan harga mahal dan lokasi eksklusif.
Warung Meating lahir dari kegelisahan melihat tingginya minat masyarakat terhadap kuliner berkualitas, namun terbentur oleh harga yang tidak ramah di kantong. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Warung Meating dikembangkan melalui proses riset sejak Januari 2025 dengan menyasar segmen masyarakat menengah, khususnya mahasiswa dan anak muda.
“Pasarnya jelas ada. Banyak orang ingin makan enak seperti di restoran bintang lima, tapi dengan budget kaki lima,” ujar Manajer Warung Meating, Gede Agung Ramanda Pinangguh.
Berlokasi di Jalan Raya Kampus Unud No. 27 Jimbaran, Warung Meating hadir sebagai destinasi kuliner malam yang strategis di kawasan kampus. Tempat ini buka setiap hari mulai pukul 19.00 Wita dan kerap menjadi pilihan mahasiswa serta masyarakat sekitar untuk menikmati santapan malam dengan suasana santai.
Warung Meating sempat menargetkan pembukaan pada Maret 2025. Namun, sejumlah persiapan yang belum optimal membuat operasional harus ditunda. Agung Denik, yang baru lulus kuliah pada Oktober 2024, mengaku sempat diliputi keraguan karena harus memikul kepercayaan besar dari pemilik usaha.
Dukungan penuh dari owner serta semangat tim yang mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa akhirnya menjadi energi pendorong. Warung Meeting resmi beroperasi pada April 2025 dan perlahan mulai menarik perhatian pecinta kuliner di kawasan Jimbaran.
Pada masa awal, Warung Meating hanya menghadirkan menu steak dan beberapa makanan ringan. Namun seiring meningkatnya jumlah pelanggan, kebutuhan akan variasi menu pun tak terelakkan. Tim kemudian terus melakukan riset dan pengembangan untuk menghadirkan pilihan yang lebih beragam.
Satu per satu menu baru diluncurkan dan mendapat sambutan positif, terutama dari kalangan mahasiswa. Puncaknya, pada Februari 2026, Warung Meeting menghadirkan menu terbaru Chicken Cordon Bleu yang diluncurkan bertepatan dengan momen Hari Valentine.
Kini, Warung Meeting memiliki tujuh menu utama, dua menu snack, serta delapan varian minuman. Dengan harga mulai dari Rp35 ribu, pengunjung sudah bisa menikmati steak dengan cita rasa setara restoran bintang lima. Tak heran jika Warung Meeting kini menjadi magnet bagi berbagai kalangan.
Sebagian besar pelanggan Warung Meeting berasal dari mahasiswa, keluarga, hingga karyawan. Bahkan, tak sedikit yang datang dari luar daerah seperti Denpasar, Gianyar, hingga Badung, hanya untuk mencicipi sajian khas Warung Meeting. “Harapan kami sederhana, bisa terus memenuhi ekspektasi pelanggan dan suatu saat membuka cabang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka,” ungkap Agung.
Ke depan, Warung Meeting menargetkan ekspansi dengan membuka lebih banyak cabang agar konsep kuliner rasa bintang lima dengan harga kaki lima dapat dinikmati oleh masyarakat yang lebih luas.
Dengan semangat tim muda, dukungan manajemen, serta kejelian membaca peluang pasar, Warung Meating membuktikan bahwa menikmati kuliner berkualitas tidak selalu harus mahal. (BC5)
















