balibercerita.com –
Lampu merah simpang Imam Bonjol di Kuta yang biasanya dipenuhi antrean kendaraan mendadak menjadi sorotan publik. Bukan karena kemacetan, melainkan video viral seorang manusia silver yang terlihat membawa senjata tajam sambil mengamen di tengah padatnya arus lalu lintas.
Video itu cepat menyebar di media sosial sejak Sabtu (16/5). Dalam rekaman singkat tersebut, sosok pria dengan tubuh dilapisi cat silver tampak membawa pisau saat beraksi di tengah pengendara yang berhenti di traffic light. Situasi itu sontak memicu keresahan masyarakat, terutama pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Tak butuh waktu lama, Satpol PP Badung bersama Polsek Kuta langsung bergerak melakukan penelusuran. Aparat mendatangi lokasi kejadian, mengumpulkan informasi dari saksi di sekitar simpang, hingga memeriksa rekaman CCTV untuk melacak identitas pelaku.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menuturkan, peristiwa itu terjadi di traffic light persimpangan Jalan Imam Bonjol–Sunset Road pada Sabtu sore. Pelaku diketahui berasal dari Batujajar, Bandung, dan beraksi sebagai manusia silver sambil membawa senjata tajam. “Aksi tersebut sempat membuat resah pengendara dan videonya cepat menyebar di media sosial,” ujarnya.
Hasil penyelidikan akhirnya mengarah pada seorang pria berinisial AW. Kurang dari 24 jam setelah video viral beredar, polisi berhasil menemukan keberadaan pelaku pada Minggu (17/5) sekitar pukul 04.00 Wita. Saat sebagian besar masyarakat masih terlelap, aparat bergerak mengamankan AW untuk dibawa ke Mapolsek Kuta menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam penangkapan itu, polisi turut mengamankan sejumlah barang yang digunakan pelaku saat beraksi di jalanan. Barang bukti yang diamankan di antaranya kalung, celana boxer, ember merah, hingga botol air mineral berisi cat silver. Dari hasil pemeriksaan awal, AW mengakui telah melakukan aksi penodongan menggunakan pisau ketika mengamen sebagai manusia silver di kawasan simpang Imam Bonjol.
Kasus ini sekaligus kembali membuka persoalan lama terkait maraknya manusia silver di kawasan Kuta. Aktivitas mengamen di lampu merah sebenarnya sudah berkali-kali ditertibkan aparat, namun terus muncul silih berganti.
Danru Satpol PP BKO Kuta, Wayan Suantara mengatakan, kawasan simpang Imam Bonjol dan simpang Nakula memang kerap menjadi titik aktivitas manusia silver karena lokasinya strategis dan berada di wilayah perbatasan Badung dan Denpasar. “Sebenarnya itu masalah lama. Sudah berkali-kali kami lakukan pembinaan dan penertiban. Kadang muncul lagi, hilang lagi,” katanya.
Namun kali ini, persoalan tersebut dinilai berbeda karena sudah masuk ranah pidana setelah pelaku kedapatan membawa senjata tajam di tengah aktivitas mengamen. “Sudah koordinasi dengan Polsek Kuta. Ini sudah ranah pidana karena pelaku membawa sajam,” tegasnya.
Satpol PP juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan uang kepada manusia silver maupun pengemis jalanan. Menurutnya, kebiasaan memberi uang di persimpangan jalan menjadi salah satu alasan praktik tersebut terus bertahan.
Masyarakat diimbau menyalurkan bantuan melalui jalur resmi seperti panti sosial atau lembaga kemanusiaan agar lebih tepat sasaran dan tidak memicu aktivitas serupa terus berulang di jalanan. (BC5)

















