balibercerita.com –
Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali mencatatkan capaian internasional melalui kelulusan mahasiswa asing pertama pada Program Doktor Teknologi Pendidikan. Chow Teng Poh, akademisi asal Singapura, resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka yang digelar Program Pascasarjana Undiksha pada 9 Juli 2026.
Dalam sidang promosi doktor yang dipimpin Direktur Program Pascasarjana Undiksha, Prof. Dr. I Nyoman Jampel, Chow mempresentasikan disertasi berjudul “Ekosistem Pembelajaran Adaptif-Pervasif EduGana Berbasis DBIR untuk Penguatan Literasi Digital dan Moral Siswa Sekolah Dasar di Bali.” Penelitian tersebut disusun di bawah bimbingan Prof. Dr. Ni Nyoman Parwati.
Penelitian yang dikembangkan Chow tidak hanya ditujukan sebagai syarat memperoleh gelar akademik, tetapi juga sebagai upaya menjawab tantangan pendidikan di era digital. Fokus utamanya adalah menghadirkan model pembelajaran yang mampu meningkatkan literasi digital sekaligus membangun karakter dan moral peserta didik.
Melalui pendekatan design-based implementation research (DBIR), ia merancang EduGana sebagai ekosistem pembelajaran adaptif-pervasif yang mengintegrasikan pemanfaatan teknologi dengan nilai-nilai lokal. Filosofi Tri Hita Karana dipilih sebagai landasan utama karena menekankan pentingnya keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan.
Konsep tersebut memungkinkan proses belajar berlangsung secara berkelanjutan, tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga melalui aplikasi digital, portal guru, video pembelajaran, aktivitas di rumah, hingga pengalaman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan itu, peserta didik didorong untuk tidak sekadar menguasai teknologi, melainkan juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, refleksi diri, tanggung jawab, serta pemahaman terhadap nilai-nilai moral.
EduGana juga dirancang menggunakan pendekatan pembelajaran adaptif yang memberi kesempatan kepada setiap siswa belajar sesuai kebutuhan, kemampuan, dan kecepatan belajarnya masing-masing. Dalam implementasinya, guru tetap memegang peran sentral sebagai pendamping proses belajar, sementara teknologi difungsikan sebagai sarana pendukung untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Direktur Program Pascasarjana Undiksha, Prof. Dr. I Nyoman Jampel menyampaikan bahwa kelulusan Chow menjadi tonggak penting bagi perjalanan internasionalisasi Program Pascasarjana Undiksha. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan meningkatnya pengakuan dunia internasional terhadap kualitas pendidikan doktor yang diselenggarakan Undiksha.
“Keberhasilan Dr. Chow Teng Poh merupakan kebanggaan bagi Program Pascasarjana Undiksha. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas penyelenggaraan pendidikan doktor di Undiksha semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat internasional,” ujarnya.
Prof. Jampel berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi awal semakin luasnya jejaring akademik internasional Undiksha melalui kontribusi para alumninya. “Kami berharap Dr. Chow Teng Poh dapat semakin memperkuat reputasi Undiksha, khususnya Program Pascasarjana dan Program Studi Teknologi Pendidikan,” katanya.
Ia juga menilai inovasi EduGana menunjukkan bahwa pengembangan teknologi pendidikan akan memberikan manfaat lebih besar apabila dibangun di atas fondasi budaya dan nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, transformasi digital di dunia pendidikan tidak cukup hanya mengedepankan aspek teknologi, tetapi juga harus memperhatikan pembentukan karakter peserta didik.
Keberhasilan Chow Teng Poh menjadi simbol kolaborasi akademik lintas negara yang menghasilkan inovasi berbasis kearifan lokal dengan relevansi global. Melalui riset yang dikembangkannya di Bali, ia menunjukkan bahwa perpaduan teknologi, pendidikan, budaya, dan nilai kemanusiaan mampu melahirkan solusi pembelajaran yang adaptif sekaligus bermakna bagi perkembangan pendidikan di masa depan. (BC13)


















