BMKG Ingatkan Potensi Pasang Maksimum di Pesisir Bali hingga 19 Juli

0
5
Pesisir Bali
Kawasan Pelabuhan Gilimanuk. Masyarakat di sejumlah wilayah pesisir di Bali diminta mewaspadai potensi pasang maksimum air laut akibat fenomena Super New Moon. (BC13)

balibercerita.com –
Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir Bali diminta lebih waspada dalam beberapa hari ke depan. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III memprakirakan akan terjadi pasang maksimum air laut pada 13–19 Juli 2026 akibat fenomena Super New Moon yang terjadi pada 14 Juli 2026.

Kepala BBMKG Wilayah III, Cahyo Nugroho menjelaskan fenomena Super New Moon merupakan kondisi ketika fase bulan baru terjadi bersamaan dengan posisi bulan yang berada di titik terdekat dengan bumi atau perigee. Kondisi tersebut dapat memicu peningkatan ketinggian muka air laut dibandingkan kondisi normal.

Baca Juga:   Permohonan Kekayaan Intelektual di Bali Tembus 10.692, Menkum Serahkan Sertifikat dan Dorong Ekonomi Kreatif 2026

Sejumlah wilayah pesisir di Bali yang berpotensi mengalami pasang maksimum antara lain pesisir selatan Jembrana, pesisir selatan Tabanan, pesisir Badung, pesisir Kota Denpasar, pesisir Gianyar, serta pesisir selatan Klungkung.

Menurut Cahyo, waktu terjadinya pasang maksimum tidak sama di setiap daerah. Karena itu masyarakat di masing-masing wilayah pesisir perlu memperhatikan informasi pasang surut dan cuaca yang terus diperbarui oleh BMKG. “Fenomena Super New Moon pada 14 Juli berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum di beberapa wilayah pesisir Bali. Potensi pasang ini memiliki waktu yang berbeda-beda di setiap wilayah,” ujarnya Rabu (15/7).

Baca Juga:   TPA Suwung Ditutup Bertahap, Desa Adat Kuta Kian Tercekik Tanpa TPS

Pasang maksimum ini diperkirakan dapat memengaruhi sejumlah aktivitas masyarakat di kawasan pantai dan pelabuhan. Mulai dari kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas warga di kawasan pesisir, hingga kegiatan tambak garam dan perikanan darat. Meski demikian, BMKG menegaskan kondisi ini merupakan fenomena alam yang perlu diantisipasi dengan meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi masyarakat yang tinggal dekat pantai maupun yang sehari-hari bekerja di sektor kelautan dan perikanan.

Baca Juga:   Disperinaker Badung Minta Coca-Cola Penuhi Hak Karyawan yang Di-PHK

Cahyo mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan informasi cuaca maritim dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG. Dengan mengetahui kondisi terkini, masyarakat dapat menyesuaikan aktivitasnya sehingga tetap aman dan nyaman. “Masyarakat kami imbau untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi dampak pasang maksimum air laut serta selalu memperhatikan informasi terbaru dari BMKG,” katanya.

Ia berharap masyarakat pesisir, nelayan, pelaku wisata bahari, maupun pengelola pelabuhan dapat melakukan langkah antisipasi sejak dini agar aktivitas tetap berjalan lancar selama periode pasang maksimum berlangsung. (BC5)