Tinggi, Antusiasme Masyarakat Ikuti FGD Pariwisata di Kuta Selatan

0
219
Kuta Selatan
Suasana FGD yang dilaksanakan Kecamatan Kuta Selatan, di wantilan kantor The Nusa Dua ITDC. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –
Focus group discussion (FGD) bertema “Pariwisata Inklusif Berbasis Kerakyatan, Keberlanjutan, dan Berkualitas” yang digelar Kecamatan Kuta Selatan, di wantilan kantor The Nusa Dua ITDC, Senin (9/6), mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan. Diskusi yang menghadirkan narasumber dari lintas bidang ini dinilai menjadi wadah penting dalam menggali ide dan solusi terkait pengembangan sektor pariwisata di kawasan tersebut.

FGD ini menghadirkan tokoh-tokoh penting seperti Prof. Dr. Drs. I Nengah Dasi Astawa, M.Si (pengamat kebijakan publik dan akademisi), Ketua PHRI Badung IGN Rai Suryawijaya, serta General Manager ITDC The Nusa Dua, Made Agus Dwiatmika. Selain itu, hadir perwakilan DPRD Bali dan Kabupaten Badung, OPD terkait, Tripika Kuta Selatan, para pemangku adat, tokoh masyarakat, akademisi, dan pelaku pariwisata.

Baca Juga:   Nataru, Arus Lalin Jalan Tol Bali Mandara Diperkirakan Naik 35,89 Persen

Ini adalah pertama kalinya Kecamatan Kuta Selatan mengadakan FGD di luar kantor dan antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Hampir seluruh undangan berpartisipasi aktif dalam sesi diskusi dengan memberikan masukan serta pertanyaan konstruktif. Waktu yang disediakan bahkan tidak cukup untuk menampung seluruh interaksi peserta, sehingga sejumlah masukan harus disampaikan secara tertulis.

Tokoh masyarakat Nusa Dua, I Made Sudarsa, yang akrab disapa Dator, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Camat Kutsel, I Ketut Gede Arta. Ia mengusulkan agar forum serupa dilaksanakan secara berkala setiap tiga atau enam bulan guna menampung aspirasi masyarakat, khususnya dalam menghadapi kompleksitas tantangan pariwisata di kawasan internasional seperti Kuta Selatan.

Baca Juga:   BRI Regional Office Denpasar Salurkan Bantuan Sarpras Produksi untuk Usaha Rumput Laut di Nusa Penida

Hal serupa disampaikan Bendesa Adat Peminge, Made Warsa. Ia menekankan pentingnya kehadiran langsung OPD dalam forum mendatang. Menurutnya, selain memberikan tanggapan atas persoalan yang diangkat, kehadiran OPD juga penting untuk menyampaikan program-program pemerintah secara langsung kepada masyarakat, khususnya para pengayah di desa adat.

Sementara itu, I Ketut Tama Tenaya, tokoh lainnya dari Kutsel yang juga anggota DPRD Provinsi Bali, menilai cakupan pembahasan dalam FGD ini sudah sekelas forum kabupaten atau provinsi. Ia berharap, hasil dari diskusi ini dapat dirumuskan menjadi rekomendasi konkret dan disampaikan ke jenjang pemerintahan lebih tinggi. Menurutnya, FGD ini sangat relevan dengan arah pembangunan Bali untuk 100 tahun ke depan.

Baca Juga:   Hari Ibu, PKK Legian Bersihkan Sampah Kiriman

“Pariwisata harus terus berkelanjutan. Ini bukan pilihan, tapi keharusan, karena hampir seluruh sendi kehidupan kita bergantung pada sektor ini. Terima kasih kepada Camat Kutsel atas inisiatif luar biasa ini,” tegasnya.

Dengan besarnya dukungan terhadap forum ini, harapannya FGD di Kuta Selatan bisa menjadi agenda reguler yang efektif menjembatani komunikasi antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku industri pariwisata demi kemajuan bersama. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini