balibercerita.com –
Pernah melintas di Jalan Tol Bali Mandara saat angin tiba-tiba terasa kencang? Di balik perjalanan Anda, ada teknologi canggih yang bekerja tanpa henti yaitu anemometer berbasis internet of things (IoT).
Alat ini bukan sekadar pengukur angin. Anemometer pintar yang dipasang di sejumlah titik strategis mampu membaca kecepatan angin secara real-time, lalu mengirimkan datanya langsung ke sistem yang terhubung dengan lebih dari 80 kamera CCTV.
Hasilnya? Setiap perubahan kondisi di lapangan bisa langsung terpantau dan ditangani dalam hitungan detik. Mengapa ini krusial? Karena angin kencang bisa menjadi ancaman serius, terutama bagi pengendara roda dua. Embusan kuat dapat mengganggu keseimbangan kendaraan dan berpotensi memicu kecelakaan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pengelola tol menerapkan aturan berbasis data yang ketat. Saat kecepatan angin > 50 km/jam selama 5–30 detik dan berpotensi berlanjut, jalur roda dua akan ditutup. Jika angin mencapai > 80 km/jam dalam durasi yang sama, penutupan sementara dilakukan untuk seluruh ruas tol.
Semua keputusan ini diambil bukan secara acak, melainkan berdasarkan pemantauan real-time dan analisis kondisi aktual di lapangan. Tujuannya memastikan setiap pengguna jalan tetap aman.
Dengan sistem ini, Jalan Tol Bali Mandara tak hanya menjadi jalur strategis di atas laut, tetapi juga simbol bagaimana teknologi modern hadir untuk melindungi perjalanan Anda. Jadi, di balik indahnya pemandangan, ada sistem cerdas yang selalu siaga menjaga keselamatan. (BC5)

















