Tahun 2022, Kunjungan Wisman Ditargetkan Hingga 3,6 Juta Orang

0
213
Menparekraf Sandiaga Uno menargetkan kunjungan wisman sebanyak 3,6 juta orang di tahun 2022.
Menparekraf Sandiaga Uno. (ist)

Jakarta, balibercerita.com – 

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 1,8 juta sampai 3,6 juta orang di tahun 2022. Angka itu difokuskan dicapai dengan mengusung konsep pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan di tengah pandemi Covid-19.  

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno di Jakarta, Selasa (28/12), menjelaskan, di tahun 2020 jumlah wisman ke Indonesia mencapai angka 4,05 juta orang dan menurun di tahun 2021 yang hanya sebanyak 1,5 juta orang. Tahun depan Kemenparekraf akan memfokuskan target di angka 1,8 juta sampai 3,6 juta wisman.

Baca Juga:   Alasan Perubahan Nama Nusa Dua Fiesta Jadi Nusa Dua Festival 2025

“Jumlah wisman ini dulu menjadi jumlah yang selalu kita kejar dari segi angka, tapi kali kita fokuskan di pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Sedangkan wisatawan Nusantara ini yang menjadi andalan dengan target 260-280 juta pergerakan dan nilai tambah ekonomi kreatif mencapai Rp 1.236 triliun,” katanya.

Baca Juga:   Hadir di Bali, Talaga Sampireun Kenalkan Kuliner Nusantara dengan Suasana Alam dan Arsitektur Jawa Barat

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf Kurleni Ukar menambahkan, terkait target wisman yang kecil meskipun di tahun 2022 terdapat berbagai macam kegiatan atau event internasional yang ada di Tanah Air. “Namun kita mengharapkan dengan adanya event-event internasional akan meningkatkan devisa bagi negara. Kebijakan pembukaan border ini masih menjadi kendala, kemudian masalah terkait aksesibilitas dan kemudahan untuk masuk ke Indonesia,” katanya.

Baca Juga:   Kendaraan Bermotor Listrik Jawab Isu Perubahan Iklim dan Lingkungan

Terkait potensi market atau originasi yang memungkinkan untuk datang ke Tanah Air,  Bali, masih menjadi destinasi kegemaran bagi wisman asal Australia, kemudian ada wisman asal India serta Jepang yang saat ini sudah ada akses langsung dari Negeri Sakura tersebut. “Sementara untuk Batam dan Bintan, wisatawan asal Malaysia dan Singapura masih menjadi target utama,” katanya. (BC20)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini