Simpang Siligita–Kuruksetra Kini Lebih Lancar Usai Penambahan Traffic Light

0
102
Simpang Siligita
Pantauan lalin di simpang Siligita-Kuruksetra via ATCS. (ist)

balibercerita.com –
Pemasangan tambahan satu traffic light di Simpang Siligita–Kuruksetra mulai menunjukkan dampak positif terhadap kelancaran arus lalu lintas di kawasan tersebut. Setelah lampu lalu lintas baru dioperasikan, kepadatan kendaraan yang sebelumnya kerap terjadi kini berangsur terurai, dengan arus keluar-masuk simpang menjadi lebih tertib dan teratur. Hal itu tampak pada Jumat (16/1) siang.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung memastikan seluruh pengoperasian lampu lalu lintas di simpang tersebut terpantau secara real time melalui area traffic control system (ATCS). Sistem terintegrasi ini memungkinkan pengaturan lampu lalu lintas secara terpusat guna mengoptimalkan kelancaran, keselamatan, serta efisiensi arus kendaraan di lapangan.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Badung, I Made Gede Wiryantara Adi Susandi menjelaskan bahwa tambahan traffic light di Simpang Siligita–Kuruksetra dipasang sekitar 23 Desember 2025 melalui anggaran Perubahan APBD Badung 2025. Setelah melalui tahap uji coba pada 4 Januari 2026, lampu lalu lintas tersebut kini resmi diberlakukan dengan pemantauan intensif melalui control room ATCS.

Baca Juga:   Meski Berkurang, Antrean Pemudik di Gilimanuk Masih Tembus 20 Kilometer

“Sekarang arus keluar-masuk kendaraan di mulut simpang sudah mulai teratur. Sebelumnya banyak pengendara saling menyerobot sehingga simpang terkunci dan memicu stagnasi. Kondisi itu kini sudah jauh berkurang,” ujarnya

Penambahan lampu lalu lintas di Simpang Siligita merupakan hasil kajian Dishub Badung serta tindak lanjut atas permohonan Satlantas Polresta Denpasar, menyusul kondisi lalu lintas yang kerap padat, terutama pada akhir pekan dan jam sibuk menjelang sore hari. Dengan sistem traffic light yang terintegrasi ATCS, pengaturan arus kini dapat dilakukan langsung dari ruang kontrol tanpa harus menunggu kemacetan terjadi di lapangan.

Baca Juga:   Perkuat Birokrasi Berbasis Merit, Bupati Adi Arnawa Lantik 156 Pejabat di Badung

Manajemen lalu lintas di simpang tersebut telah disusun dan bersifat fleksibel menyesuaikan kondisi aktual. Apabila terjadi peningkatan volume kendaraan, pengaturan durasi nyala lampu dapat segera disesuaikan untuk mencegah terjadinya antrean panjang atau stagnasi. Mengingat karakter lalu lintas di Simpang Siligita yang cukup dinamis, pemantauan dilakukan secara berkelanjutan.

“Sekarang sudah tidak ada lagi antrean stagnan lama. Yang ada hanya antrean normal saat lampu merah. Dengan traffic light ini, kendaraan masuk ke mulut simpang lebih tertib,” jelasnya.

Saat ini, manajemen lalu lintas di Simpang Siligita diberlakukan dengan tiga fase. Arus dari arah utara dilepas terlebih dahulu, disusul arah selatan, kemudian arah timur dan barat dilepas secara bersamaan. Skema ini diterapkan berdasarkan volume kendaraan, di mana arus dari arah timur tercatat lebih padat dibandingkan barat.

Baca Juga:   Tim SAR Evakuasi Wisatawan dari Tebing Pantai Nunggalan

Untuk mengurangi beban kendaraan dari arah barat, Dishub Badung juga telah mengajukan surat kepada Dinas PUPR terkait rencana pelebaran jalan dari arah barat menuju utara. Dengan perbaikan geometri jalan, kendaraan dari arah barat diharapkan dapat langsung melaju ke utara tanpa harus mengantre lampu merah.

“Kajian pelebaran jalan ada di PUPR. Jika bisa direalisasikan, tentu akan lebih optimal. Namun saat ini, dengan adanya traffic light saja sudah cukup efektif memecah kepadatan. Meski masih ada pelanggaran, hal tersebut terus kami evaluasi,” pungkasnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini