Pura Kereban Langit, Dikenal Sejak Zaman Kerajaan Bedahulu, Tempat Memohon Keturunan

0
735

Pura yang berada di atas aliran sungai ini justru kerap dikunjungi umat Hindu untuk pembersihan diri. Untuk mencapainya, pamedek juga harus melewati puluhan anak tangga. Pemangku pura setempat, Jero Mangku I Ketut Witera mengakui, Pura Kereban Langit dikenal sebagai salah satu pura untuk nunas pemargi (memohon jalan) bagi pasangan yang belum mempunyai keturunan. Selain itu, juga dikenal sebagai salah satu tempat malukat untuk membersihkan diri bagi masyarakat umum.

Baca Juga:   Kewajiban Desa Adat Bungaya Tertuang Dalam Tari Dadap

Sebelum menghaturkan bakti pada utama mandala, pamedek akan menjalani dua kali prosesi malukat atau pembersihan diri. Pertama, pada pancoran Taman Beji Kereban Langit. Terdapat lima pancoran pembersihan, yakni pangeleburan, pangelukatan, prayasita, pawintenan Saraswati dan kemakmuran. Setelah melewati proses pembersihan di Taman Beji Kereban Langit, pembersihan kedua akan dilakukan di pelataran pura (madya) dengan sarana kelapa/bungkak gading. Pangelukatan kedua ini akan dipandu oleh pemangku pura.

Baca Juga:   Ketua DPRD Badung Harapkan Museum Taman Perdamaian Bali Jadi Ruang Edukasi dan Refleksi Nilai Kemanusiaan

Setelah dua prosesi pangelukatan ini dilewati, barulah pamedek akan melakukan persembahyangan pada palinggih yang ada di dalam goa. Nama Pura Kereban Langit sendiri sesuai dengan lokasi pura, yakni beratapkan langit. (BC20)

Baca Juga:   Tawur Balik Sumpah Utama di Pura Lingga Bhuwana, Puspem Badung

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini