Puluhan Tahun Tak Pernah Terjadi, Sampah Kiriman Terparah Kepung Pantai Jerman

0
70
Sampah kiriman Pantai Jerman
Sampah kiriman yang menyerbu Pantai Jerman belum lama ini. (ist)

balibercerita.com –
Pantai Jerman, Kecamatan Kuta, tengah menghadapi kondisi darurat sampah kiriman. Tumpukan sampah dengan volume sangat besar menepi di kawasan pantai ini dan dinilai sebagai yang paling ekstrem atau terparah dalam puluhan tahun terakhir.

Pengelola Pantai Jerman, I Ketut Werka mengungkapkan bahwa sampah kiriman sebenarnya sudah mulai terlihat sejak awal Desember 2025. Namun, lonjakan volume baru terjadi secara signifikan dalam beberapa hari terakhir. Pada Sabtu (17/1), sampah yang sebelumnya mengapung di perairan akhirnya terdorong arus laut hingga menepi dan menumpuk di bibir pantai.

Baca Juga:   Badung Kembangkan Bawang Merah, Panen Perdana Hasilkan 13 Ton Per Hektare

“Sejak awal Desember sudah ada sampah kiriman, tapi yang paling ekstrem baru kemarin terlihat di perairan, dan hari ini benar-benar menepi. Ini luar biasa, seperti lautan sampah. Selama puluhan tahun, baru kali ini saya melihat kondisi seperti ini,” ujar Werka.

Baca Juga:   Terseret Arus Dam Peraupan, Pekerja PDAM Denpasar Ditemukan Tewas di Pantai Padanggalak

Sampah yang menumpuk didominasi material kayu berukuran besar yang diduga berasal dari kiriman sejumlah sungai yang bermuara ke laut. Dari pantauan di lapangan, sebaran sampah membentang mulai dari kawasan Patung Triratna Amreta Bhuwana ke arah utara dengan panjang mencapai kurang lebih 300 meter.

Baca Juga:   JEC Bali Sanur akan Jadi Pusat Kesehatan Mata Bertaraf Internasional

Werka menambahkan, pada Sabtu pagi sebagian besar sampah masih terlihat mengapung di tengah laut dan belum seluruhnya terdorong ke daratan. Namun, pada Minggu (18/1) siang, hampir seluruh sampah kiriman yang didominasi kayu tersebut telah menepi dan menutupi sebagian pesisir Pantai Jerman. Selain volumenya yang sangat besar, ukuran kayu besar juga mendominasi sampah kiriman. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini