PHK Meningkat di Badung, di Tengah Tren Kunjungan Wisatawan yang Justru Naik

0
288
PHK
Penumpang yang tiba di Bandara Ngurah Rai. Meski kunjungan wisatawan meningkat, tapi gelombang PHK di Badung tak terelakkan. (BC13)

Mangupura, balibercerita.com –
Ketidakpastian ekonomi kembali menghantui para pekerja di sektor pariwisata Badung. Di balik gemerlap destinasi wisata yang tetap ramai dikunjungi, ratusan karyawan justru harus menghadapi kenyataan pahit berupa kehilangan pekerjaan.

Salah satunya adalah mereka yang bekerja di tempat rekreasi ternama bagi wisatawan. Sebanyak 157 karyawan Finns Recreation Club terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), menyusul sebelumnya 70 karyawan dari pabrik Coca-Cola di Mengwi yang juga mengalami hal serupa.

Padahal, jika melihat data, geliat pariwisata Bali, khususnya Badung, justru sedang menunjukkan tren yang positif. “Kalau dibilang penurunan kunjungan tidak ya, kita dalam tren ini ada peningkatan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Badung, I Nyoman Rudiarta, Jumat (27/6).

Baca Juga:   Kahitna dan BCL Siap Tampil di The Nusa Dua Festival 2025, Cek Harga Tiket Promo 10.10 Big Sale

Menurutnya, kunjungan wisatawan mancanegara melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai terus meningkat. Pada Mei 2025, jumlahnya mencapai 621.068 orang, naik dari April yang mencatat 609.262 wisatawan. Bahkan dibandingkan Mei 2024, terjadi lonjakan signifikan dari sebelumnya 565.436 wisatawan.

Sayangnya, peningkatan ini tidak serta merta memberikan perlindungan bagi para pekerja di sektor tersebut. Di balik angka-angka yang impresif, ada wajah-wajah yang kini harus pulang dengan tangan kosong dan harapan yang menipis.

Baca Juga:   Nusa Dua Rampungkan Asesmen Resertifikasi ISCT

Rudiarta mengungkapkan, mayoritas wisatawan yang datang masih didominasi oleh pelancong dari Australia, India, Tiongkok, Inggris, dan Korea. Namun, ia mengakui bahwa belum kembalinya kegiatan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) turut berdampak pada stabilitas okupansi hotel dan usaha penunjang lainnya.

“MICE sangat berpengaruh, ya lumayanlah. Kegiatan ini kan lumayan, baik bertaraf domestik maupun internasional, itu berdampak juga terhadap okupansi hotel,” jelasnya.

Baca Juga:   Uluwatu Tunjukkan Harmoni Budaya dan Konservasi dalam Perayaan Tumpek Uye

Lebih jauh, Rudiarta juga mengingatkan akan potensi ancaman lain terhadap sektor pariwisata. Sejumlah negara dikabarkan telah mengeluarkan travel warning kepada warganya akibat situasi geopolitik global yang memanas. Hal ini bisa menjadi tekanan tambahan bagi ekonomi daerah yang sangat bergantung pada sektor pariwisata.

“Kita juga harus siap-siap, beberapa negara telah mengeluarkan travel warning kepada warganya untuk jangan dulu berwisata. Kita yang memang bergantung dari sektor pariwisata, ayolah kita berwisata dalam negeri,” imbuhnya. (BC9)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini