balibercerita.com –
Upaya pemulihan layanan air bersih di wilayah Kuta Selatan terus dilakukan Perumda Air Minum Tirta Mangutama setelah sempat terjadi gangguan distribusi akibat kebocoran pipa transmisi dan kerusakan pompa reservoir. Saat ini proses perbaikan telah selesai dan suplai air kepada pelanggan mulai dinormalisasi secara bertahap.
Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Mangutama, Made Suarsa menjelaskan, gangguan distribusi tersebut terjadi akibat dua kendala teknis yang berlangsung secara beruntun, yakni kebocoran pipa transmisi berdiameter 600 milimeter di Jalan Bypass Ngurah Rai, Jimbaran, yang kemudian disusul kerusakan pompa di reservoir Tegeh Sari, Jimbaran.
Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan proses pemulihan layanan membutuhkan waktu lebih lama dari yang diperkirakan. Untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama masa perbaikan, Perumda menyiagakan mobil tangki air di sejumlah titik, termasuk di Lapangan Desa Pecatu dan kawasan Pura Uluwatu.
“Kami tetap memberikan pelayanan melalui distribusi air menggunakan mobil tangki. Apabila masih ada masyarakat yang mengalami gangguan suplai, kami harapkan segera melapor agar dapat segera dilayani,” ujar Suarsa, Rabu (15/7) lalu.
Ia menjelaskan, pekerjaan perbaikan kebocoran pipa transmisi 600 mm telah dilaksanakan sejak 5 Juli dan berhasil diselesaikan pada 8 Juli 2026. Namun dalam proses pemulihan jaringan, muncul kendala lanjutan akibat kerusakan pada pompa Reservoir Tegeh Sari, tepatnya pada bagian kopling serta sejumlah komponen yang telah mengalami keausan.
Perbaikan pompa tersebut akhirnya berhasil dirampungkan pada Rabu pagi. Sejak saat itu, proses pengisian jaringan dan normalisasi distribusi air mulai dilakukan dengan estimasi suplai kembali normal dalam satu hingga dua hari ke depan. Gangguan pada pompa Reservoir Tegeh Sari sempat memengaruhi distribusi air sekitar 110 liter per detik ke sejumlah wilayah di Kuta Selatan, meliputi Desa Ungasan, Cengiling, Pantai Balangan, Goa Gong, Masuka, Desa Pecatu, Melang Kaja, hingga kawasan sekitarnya.
Suarsa menjelaskan, sistem distribusi air di wilayah tersebut dilakukan secara bertingkat. Air dipompa dari Reservoir Tegeh Sari menuju Reservoir Labuan Sait, kemudian diteruskan ke Reservoir Ungasan sebelum kembali dipompa menuju Reservoir Baler Setra di Pecatu.
Dengan kembali beroperasinya pompa pendorong di Baler Setra dan Kulat, sejumlah kawasan dataran rendah seperti Jimbaran, Ungasan, dan Goa Gong kini telah mulai menerima pasokan air secara normal. Sementara itu, wilayah dengan kontur lebih tinggi masih membutuhkan waktu tambahan karena proses pengisian jaringan dilakukan secara bertahap. “Daerah-daerah tinggi seperti Labuan Sait, Bingin, Balangan, termasuk sebagian wilayah Pecatu, masih membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga hari sampai tekanan air kembali normal,” jelasnya.
Untuk meningkatkan keandalan layanan di masa mendatang, Perumda Air Minum Tirta Mangutama juga menyiapkan langkah antisipatif dengan menambah satu unit pompa cadangan di Reservoir Tegeh Sari pada tahun ini. Saat ini reservoir tersebut hanya memiliki satu pompa utama sehingga ketika terjadi kerusakan, distribusi air ke wilayah Kuta Selatan langsung terdampak.
Dengan penambahan pompa cadangan, sistem pelayanan diharapkan tetap dapat berjalan meski terjadi gangguan pada salah satu unit. “Tahun ini kami rencanakan memasang satu pompa cadangan. Jadi nantinya ada dua pompa, satu beroperasi dan satu lagi sebagai cadangan. Dengan begitu jika terjadi kerusakan, pelayanan kepada masyarakat tetap bisa berjalan,” pungkasnya. (BC5)

















