Kawasan Luar Pura Pucak Mangu akan Dirombak, Ada Jalan Lingkar hingga Desa Tradisional Bali

0
6
Pura Pucak Mangu
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa. (ist)

balibercerita.com –
Pemkab Badung menyiapkan penataan besar-besaran kawasan luar Pura Penataran Agung Pucak Mangu di Kecamatan Petang. Tidak hanya menata fasilitas pendukung, Pemkab Badung juga berencana membangun kawasan parkir terpadu, jalan lingkar, hingga permukiman bergaya arsitektur Bali yang diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata baru di wilayah Badung Utara.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa mengatakan, penataan akan difokuskan pada kawasan luar atau jaba pura. Saat ini konsep dan kajian teknis tengah disiapkan sebelum proyek mulai direalisasikan.

“Pura Luhur Pucak Mangu akan kita tata. Kawasan luar sedang kita rancang dan kaji. Di jaba pura akan kita tata ulang, termasuk parkir dan perumahan yang ada di sekitar pura akan kita relokasi. Kita siapkan tempat baru sehingga kawasan tersebut bisa ditata menjadi area parkir, jalan lingkar, dan kawasan yang lebih tertata serta indah,” ujar Adi Arnawa saat diwawancarai di sela-sela pujawali di Pura Luhur Uluwatu belum lama ini.

Baca Juga:   Teguran Presiden Jadi Momentum Berbenah, Gerindra Badung Dorong Sampah Jadi Program Super Prioritas

Menurutnya, penataan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kenyamanan umat yang melaksanakan persembahyangan, tetapi juga membuka peluang pengembangan destinasi wisata baru di Badung bagian utara. Ia berharap, ke depannya kawasan Pura Penataran Agung Pucak Mangu dapat berkembang seperti kawasan wisata spiritual dan budaya lainnya seperti Uluwatu, bahkan memiliki atraksi seni yang mampu menarik wisatawan.

“Mudah-mudahan nanti bukan hanya Uluwatu saja. Kawasan luar Pucak Mangu juga bisa menjadi destinasi. Mungkin ke depan bisa menghadirkan atraksi budaya seperti tari Kecak dan kegiatan wisata lainnya,” katanya.

Baca Juga:   Libur Nataru, Puncak Trafik Kendaraan di Tol Bali Mandara Diperkirakan Sentuh Angka 50 Ribu 

Untuk mempercepat realisasi program tersebut, Adi Arnawa mengaku telah menginstruksikan jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung agar segera bergerak menyiapkan tahapan pelaksanaan, termasuk proses pembebasan lahan. “Saya sudah perintahkan Kadis PU untuk bergerak. Bahkan sebenarnya saya ingin tahun anggaran perubahan ini sudah mulai berjalan, termasuk proses pembebasan lahan,” ungkapnya.

Bupati menjelaskan, sebagian area yang akan ditata saat ini masih merupakan tanah milik masyarakat. Proses relokasi disebut mendapat respons positif karena warga telah menyatakan kesediaannya untuk dipindahkan ke lokasi yang telah disiapkan pemerintah. “Tanah masyarakat itu akan kita relokasi dan kebetulan masyarakatnya sudah setuju. Pemerintah akan menyiapkan tempat baru yang lebih tertata,” jelasnya.

Menariknya, kawasan permukiman relokasi tersebut dirancang mengusung konsep desa tradisional Bali yang terinspirasi dari Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli. Di atas lahan sekitar 2 hektare, setiap rumah akan dibangun dengan angkul-angkul dan arsitektur khas Bali yang seragam.

Baca Juga:   Bupati Badung Tegaskan Optimisme Capai Target PAD

“Nanti tanah relokasi itu akan saya buat seperti Penglipuran, menghadap ke timur. Luasnya sekitar 2 hektare. Masing-masing rumah akan memiliki angkul-angkul dan desain rumah Bali yang tertata rapi. Sehingga orang yang datang ke Pucak Mangu tidak hanya menikmati kawasan pura, tetapi juga bisa melihat perumahan tradisional yang tertata,” ujarnya.

Adi Arnawa bahkan optimistis kawasan tersebut berpotensi menjadi ikon baru pariwisata Badung Utara. “Bisa lebih bagus dari Penglipuran karena dibangun baru dan ditata sejak awal. Yang penting tetap menjaga karakter dan nilai-nilai budaya Bali,” pungkasnya. (BC5)