balibercerita.com –
Tanjakan Jalan Goa Gong, Jimbaran, menjadi salah satu ruas yang cukup rawan dilalui, khususnya bagi kendaraan berat. Ruas yang menghubungkan Jimbaran–Ungasan–Kutuh ini kerap dipilih sebagai jalur alternatif karena menawarkan jarak tempuh yang lebih singkat.
Namun, kondisi medan yang cukup ekstrem, terutama pada ruas tanjakan, membuat Jalan Goa Gong berulang kali menjadi sorotan. Sejumlah kecelakaan terjadi setelah kendaraan, khususnya kendaraan berat, tidak kuat melintasi tanjakan. Kondisi tersebut kini mendorong Pemerintah Kabupaten Badung mempertimbangkan perubahan arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa mewacanakan Jalan Goa Gong nantinya diberlakukan satu arah dari atas menuju bawah. Kebijakan ini dinilai perlu untuk meningkatkan keselamatan sekaligus mengantisipasi kecelakaan yang berulang di ruas tanjakan tersebut.
Namun, rencana penerapan satu arah tidak akan berdiri sendiri. Pemkab Badung tengah menyiapkan jalur alternatif agar kendaraan dari arah Jimbaran menuju Kutuh maupun sebaliknya tetap memiliki akses tanpa harus melintasi tanjakan ekstrem Goa Gong. “Kami akan buka akses untuk mengantisipasi Goa Gong yang sering terjadi kejadian. Dari Unud akan ada trase ke selatan. Dengan solusi ini, saya kira apa yang menjadi persoalan di Badung Selatan ini akan segera kita atasi,” ujar Adi Arnawa belum lama ini di Pecatu.
Jalur baru tersebut dirancang melintasi kawasan perumahan, kemudian menuju area lapangan parkir Garuda Wisnu Kencana (GWK), tersambung dengan Jalan Lingkar Timur GWK, hingga keluar di Jalan Merak II, Ungasan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung, Putu Teddy Widnyana Putra mengatakan, akses alternatif tersebut diproyeksikan menjadi jalur pengurai lalu lintas. Pengguna jalan yang hendak menuju kawasan Kutuh tidak lagi harus melewati tanjakan Goa Gong. “Akses ini untuk mengurai atau mengalihkan pengguna jalan yang hendak melalui tanjakan Goa Gong,” jelas Teddy.
Meski demikian, pembangunan akses baru tersebut masih membutuhkan sejumlah tahapan, terutama menyangkut pembebasan lahan. Berdasarkan pemetaan awal, terdapat sejumlah rumah tinggal yang berada pada trase rencana pembangunan jalan.
Pemkab Badung telah melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat yang terdampak. Proses pembebasan lahan diharapkan dapat dituntaskan tahun ini sehingga pembangunan akses alternatif dapat segera direalisasikan. “Ada beberapa bangunan yang merupakan rumah tinggal, akan terdampak. Terkait ini, kami sudah pernah lakukan sosialisasi dan pendekatan,” ungkapnya.
Dengan tersedianya jalur alternatif, Pemkab Badung berharap pengaturan satu arah di Jalan Goa Gong dapat diterapkan tanpa mengurangi konektivitas antarwilayah. Penataan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat jaringan jalan di Badung Selatan yang pertumbuhan kendaraan dan aktivitas kawasannya terus meningkat. (BC5)


















