
balibercerita.com –
Alokasi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah dari pemerintah pusat untuk Provinsi Bali pada tahun anggaran 2026 mengalami lonjakan. Jumlah bantuan yang disalurkan naik sebesar 13.496 persen menjadi 4.184 unit, dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 31 unit.
Kepastian lonjakan bantuan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Maruarar Sirait saat meninjau pelaksanaan program BSPS di Banjar Oongan, Kelurahan Tonja, Kecamatan Denpasar Utara, Senin (10/8).
Maruarar Sirait menjelaskan bahwa setiap unit rumah yang menerima bantuan BSPS di Bali mendapatkan dana senilai Rp20 juta dari pemerintah pusat. “Program bantuan senilai Rp20 juta per unit ini menyasar seluruh wilayah di Indonesia dengan besaran nilai bantuan sama. Terkecuali di wilayah Indonesia Timur seperti Papua itu nilainya lebih besar,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa program bedah rumah dari pemerintah ini sepenuhnya gratis dan tidak dipungut biaya apapun. “Jika ada yang terbukti melakukan pemungutan, masyarakat dapat melakukan pelaporan kepada kami,” tegas Maruarar.
Rincian sebaran alokasi 4.184 unit BSPS tahun anggaran 2026 di Provinsi Bali mencakup 1.113 unit untuk wilayah perdesaan, 2.812 unit untuk wilayah pesisir, dan 259 unit untuk wilayah perkotaan. Kota Denpasar secara khusus menerima jatah alokasi wilayah perkotaan sebanyak 259 unit.
“Perbandingan alokasi TA 2025 dengan TA 2026 yaitu alokasi TA 2025 sebanyak 31 unit menjadi potensi alokasi total TA 2026 sebanyak 4.184 unit atau naik 13.496 persen. Kota Denpasar menerima bantuan yakni 259 unit di TA 2026. Hal ini menunjukkan negara hadir langsung membantu masyarakat untuk membenahi rumah-rumah masyarakat di seluruh Indonesia,” tambah Maruarar.
Pada kunjungan di Kelurahan Tonja, rombongan Menteri PKP dan Sekda Denpasar menyambangi salah satu penerima bantuan yakni Ni Wayan Pageh, yang menerima bantuan bersama warga lainnya, I Made Suara. Ni Wayan Pageh, seorang pemulung barang bekas dengan penghasilan Rp500 ribu per bulan, menuturkan rasa syukurnya. Selama tinggal bersama tiga anaknya, ia belum pernah mampu memperbaiki rumah tinggalnya.
“Proses pembenahan diawali petugas datang meninjau kondisi tempat tinggal kami kemudian rumah kami diusulkan untuk mendapat bantuan program bedah rumah. Bedah rumah senilai Rp20 juta, dengan rincian Rp17,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang. Selama pelaksanaan renovasi rumah, Pemkot Denpasar memfasilitasi kami tinggal dirumah kos,” jelas Pageh yang resmi menerima bantuan pada Agustus 2026.
Ungkapan rasa syukur senada disampaikan oleh I Made Suara. Ia menyebut rumah tempat tinggalnya merupakan warisan peninggalan orang tua yang sebelumnya belum pernah tersentuh perbaikan. “Kami berterima kasih atas perhatian pemerintah pusat dan Pemkot Denpasar membantu kami membenahi tempat tinggal kami,” ungkap Suara penuh suka cita. (BC18)

















