Pascabanjir, Pemkot Denpasar Serahkan Bantuan Rp1,8 Miliar

0
62
Pascabanjir
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menyerahkan Bantuan Sosial Pasca Bencana dan Santunan Penguatan Ekonomi Tahap II, di kantor Wali Kota Denpasar, Kamis (27/11). (ist)

balibercerita.com –
Pascabanjir yang terjadi 10 September 2025, Pemkot Denpasar telah menyalurkan bantuan sosial pascabencana serta santunan penguatan ekonomi tahun 2025. Bantuan ini diserahkan dua tahap dengan nilai Rp1,8 miliar lebih untuk 274 penerima. Hal ini sebagai upaya membantu masyarakat memulihkan kondisi ekonomi setelah bencana.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menjelaskan bahwa sebelumnya pemerintah telah menyalurkan bantuan senilai Rp500 juta kepada warga terdampak. Pada penyaluran tahap II, bantuan yang terealisasi menyasar 87 penerima dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp1,3 miliar.

“Kami turut berduka atas musibah yang dialami masyarakat Kota Denpasar. Semoga bantuan kecil ini dapat membantu memperbaiki kerusakan akibat bencana,” ujar Jaya Negara, Kamis (27/11).

Baca Juga:   Menteri LH Serukan Aksi Nyata Hentikan Polusi Plastik

Ia menyadari bahwa bantuan tersebut belum sepenuhnya mampu menutupi seluruh kerugian warga. Namun pemerintah berharap dukungan ini dapat membantu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.

“Meskipun belum mampu menutup seluruh kebutuhan perbaikan, namun inilah bentuk perhatian kami selaku pemerintah kepada masyarakat. Harapannya, perekonomian warga dapat kembali pulih seperti semula,” ungkapnya.

Jaya Negara juga memaparkan bahwa proses verifikasi menjadi penyebab keterlambatan penyaluran bantuan. Tim BPBD Denpasar bersama Inspektorat perlu melakukan pengecekan secara teliti terhadap kondisi rumah warga, pura, warung, hingga ternak yang mati akibat banjir.

“Tim BPBD terus melakukan verifikasi kepada para korban banjir. Proses ini memerlukan waktu karena melibatkan berbagai tim, termasuk Inspektorat, agar tidak terjadi kesalahan dalam pemberian bantuan. Saat ini masih ada sekitar 150 orang yang sedang diverifikasi, dan kami upayakan tidak lewat dari bulan Desember,” jelas Jaya Negara.

Baca Juga:   Peningkatan Trafik Tol Bali Mandara Tahun 2022 Belum Capai Kondisi Normal Sebelum Pandemi

Ia menambahkan, bantuan pada tahap ini berbeda dari bantuan bagi pedagang pasar maupun fasilitas pura umum. Bantuan tersebut memiliki alokasi anggaran tersendiri di APBD, termasuk untuk perbaikan di Pura Puseh, Pura Dalem Kertalangu, dan Pura Beji.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, Ida Bagus Joni Ariwibawa mengungkapkan bahwa total anggaran bantuan tahap I dan II mencapai lebih dari Rp1,8 miliar. Bantuan tersebut diperuntukkan ke 145 penerima perbaikan rumah, 51 penerima penguatan ekonomi, dan 78 penerima bantuan fasilitas umum atau pura. Besaran bantuan yang diterima setiap warga disesuaikan dengan tingkat kerusakan.

Baca Juga:   Wabup Suiasa Hadiri Tawur Balik Sumpah Utama di Pura Luhur Giri Kusuma

“Dengan terealisasinya bantuan tahap II ini, Pemerintah Kota Denpasar berharap masyarakat terdampak dapat segera memulihkan kondisi ekonomi dan lingkungan pemukiman mereka pascabencana,” ujarnya.

Salah satu penerima bantuan, I Nyoman Kariawan dari Banjar Alangkajeng, menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan pemerintah. Ia menerima bantuan sebesar Rp9 juta untuk memperbaiki palinggih serta tembok sepanjang 3 meter yang rusak akibat banjir.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kota Denpasar. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dalam memperbaiki kerusakan yang terjadi,” ungkapnya.

Penerima bantuan lainnya, I Putu Karya Mahendra dari Desa Ubung Kaja, juga menyampaikan apresiasinya setelah menerima bantuan senilai Rp25 juta. “Dana ini sangat membantu untuk perbaikan rumah yang rusak akibat banjir,” ucapnya. (BC9)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini