balibercerita.com —
Nuansa hari suci Galungan dan Kuningan menyelimuti Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Rabu (19/11). Penjor menjulang, canang tersusun rapi, dan ornamen khas Bali menambah kehangatan terminal, menghadirkan pengalaman berbeda bagi para penumpang yang melintasi gerbang udara Pulau Dewata. Perpaduan dekorasi tematik dan atmosfer spiritual ini menjadi bagian dari upaya bandara menghadirkan layanan publik yang tak hanya nyaman, tetapi juga sarat nilai budaya.
General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab mengatakan bahwa thematic event Galungan dan Kuningan merupakan bentuk apresiasi terhadap tradisi Bali serta cara memperkenalkan kearifan lokal kepada wisatawan. “Hari raya Galungan dan Kuningan adalah momen sakral bagi masyarakat Bali. Melalui thematic event ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk lebih dekat dengan nilai-nilai kearifan lokal,” ujarnya.
Tidak hanya berhenti pada dekorasi, bandara juga menyiapkan rangkaian pertunjukan seni yang dapat dinikmati para penumpang. Tari tradisional Bali dan parade gebogan hadir pada 18 November, sementara Barong Bangkung siap memeriahkan terminal pada 30 November. Kehadiran pertunjukan budaya ini membawa kehangatan sekaligus memperkuat identitas Bali sebagai destinasi wisata bertaraf internasional yang kaya seni dan tradisi.
Menurut Syaugi, momen meningkatnya kunjungan wisatawan selama periode hari raya menjadi peluang bagi bandara untuk mempersembahkan pelayanan yang lebih humanis. “Kami ingin memberikan pengalaman berbeda kepada para pengguna jasa, sekaligus memperkuat citra Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai gerbang pariwisata yang kaya warisan budaya,” katanya.
Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan thematic event tidak mengurangi fokus utama bandara dalam menjaga standar keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang. Dengan rata-rata 67 ribu penumpang per hari, Bandara I Gusti Ngurah Rai berkomitmen menjaga kualitas layanan sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan yang berkesan.
Melalui sentuhan budaya yang kuat dan pelayanan publik yang hangat, bandara kembali menunjukkan peran pentingnya sebagai ruang pertama yang mengenalkan wisatawan pada jiwa Bali, penuh harmoni, spiritualitas, dan keindahan tradisi. (BC5)
















