TransNusa Masuk Arena, Persaingan Maskapai Rute Bali–Singapura Makin Ketat

0
165
TransNusa
Pesawat TransNusa parkir di Bandara Ngurah Rai. (ist)

balibercerita.com —
Persaingan maskapai di rute internasional tersibuk Bali pada 2025 semakin sengit. Masuknya TransNusa sebagai pemain terbaru dalam layanan penerbangan langsung Denpasar–Singapura membuat koridor ini kini dilayani 9 maskapai sekaligus, menjadikannya salah satu jalur paling kompetitif di Asia Tenggara.

TransNusa melakukan penerbangan perdananya pada Senin (17/11), menggunakan Airbus A320 dengan nomor 8B-551. Pesawat lepas landas pukul 07.30 Wita menuju Singapura dan kembali ke Denpasar pada siang hari.

Rute ini akan terbang enam kali per minggu. Penerbangan ini langsung menempatkan TransNusa dalam arena persaingan bersama maskapai raksasa seperti Singapore Airlines, Garuda Indonesia, KLM, hingga pemain low-cost populer seperti Scoot Tiger Airways dan Jetstar Airways.

Baca Juga:   Pemkab Badung Berencana Manfaatkan Teknologi Pengolahan Air Laut

Momen penerbangan perdana dirayakan dengan seremoni sederhana namun hangat di terminal internasional, termasuk pengalungan bunga, pemotongan pita, dan pemotongan kue. TransNusa menegaskan kehadirannya sebagai alternatif baru bagi wisatawan yang mencari keleluasaan pilihan terbang ke hub internasional Singapura.

Baca Juga:   Trofeo Fun Football Meriahkan HUT Korpri dan HUT Mangupura

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab menilai, masuknya TransNusa semakin memperkaya lanskap kompetisi. “Rute Singapura adalah rute internasional tersibuk sepanjang 2025. Dengan hadirnya TransNusa, pilihan bagi masyarakat dan wisatawan semakin luas, dan ini mendorong kompetisi yang sehat,” ujarnya.

Menurut Syaugi, tingginya minat penerbangan ke Singapura bukan hanya soal destinasi, tetapi juga karena posisinya sebagai hub global yang menghubungkan Bali ke puluhan kota dunia. “Konektivitas yang kuat melalui Singapura membuat Bali semakin mudah dijangkau pasar internasional. Dampaknya langsung pada kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi daerah,” jelasnya.

Baca Juga:   Direktur Belmawa Kemendiktisaintek Paparkan Kebijakan Kemahasiswaan 2026 di Undiksha

Dengan lebih dari 51 maskapai beroperasi dan melayani 45 rute internasional, Bandara I Gusti Ngurah Rai menilai pembukaan rute baru ini merupakan strategi penting dalam menjaga daya saing Bali sebagai destinasi global. Masuknya TransNusa dipandang sebagai sinyal positif bahwa pasar penerbangan Bali terus tumbuh dan semakin menarik bagi industri aviasi. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini