Netralisir Kawasan Temuan Mayat Membusuk, Desa Pecatu Gelar Pecaruan Alit

0
249
Pecatu
Pecaruan di sekitar lokasi penemuan mayat membusuk di Tebing Karang Boma. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –

Pascatemuan mayat manusia yang membusuk di salah satu titik tebing Karang Boma, Desa Adat Pecatu menggelar prosesi pecaruan alit, Selasa (4/1), dengan memakai sarana ayam brumbun. Nantinya upacara lanjutan akan digelar setelah dilaksanakannya upacara 1 bulan 7 hari Karya Panca Wali Krama di Pura Luhur Uluwatu lan prasanak.

Baca Juga:   PHDI Denpasar Tegaskan Penolakan Pemindahan Hari Raya Nyepi

Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta mengatakan, prosesi upacara dihadiri pula oleh pemilik lahan serta Pangelingsir Puri Agung Jero Kuta sebagai Pangempon Pura Luhur Uluwatu. Pecaruan itu dilaksanakan untuk membersihkan secara niskala, agar kesucian area itu kembali terjaga. 

Selama ini, area tersebut memang disucikan. “Memang lahan itu milik pribadi. Tapi karena itu ada di wewengkon atau wewidangan Prasanak Ida Batara di Pura Goa Batu Metandal dan Pura Luhur Uluwatu, maka ini adalah kewajiban kami,” ujarnya.

Baca Juga:   Masineb, Pujawali di Dang Kahyangan Pura Luhur Kubontingguh

Kondisi akses jalan tersebut memang relatif terjal. Namun akses itu biasanya juga dipergunakan oleh masyarakat tertentu, sebagai jalur tikus untuk menuju Pantai Tanjung Mebulu. Di lokasi itu sesungguhnya sudah dipasang tali agar tidak ada yang melintas di sana. 

Baca Juga:   Hadiri Upacara Madiksa, Giri Prasta Paparkan Soal Kasta, Wangsa dan Warna 

Namun kenyataannya, temuan itu mengindikasikan bahwa jalur itu masih dilalui. Ia berharap ke depannya kejadian semacam itu tidak lagi terjadi di wilayah Pecatu. Termasuk ketika itu berkaitan dengan salah pati ataupun ulah pati. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini