Kerambitan Creative Space 2026 resmi ditutup pada Minggu (12/7) malam, di Lapangan Umum Desa Kerambitan. Selama empat hari penyelenggaraan, kegiatan yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Pemerintah Kecamatan Kerambitan bersama 15 desa di Kecamatan Kerambitan itu berhasil menjadi wadah promosi budaya, kreativitas masyarakat, sekaligus penguatan ekonomi berbasis desa.
Mengangkat tema “Kriya Loka”, kegiatan ini dirancang sebagai ruang bagi seniman, perajin, pelaku UMKM, hingga masyarakat untuk menampilkan karya, berinovasi, dan mengembangkan ekonomi kreatif yang berakar pada budaya lokal. Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama hingga penutupan dengan ramainya pengunjung yang memadati lokasi acara untuk menikmati berbagai pertunjukan seni dan mengunjungi stan produk unggulan desa.
Beragam hiburan turut mewarnai penyelenggaraan, mulai dari fragmentari tradisi Mepinton, cak lansia, joged bumbung, dolanan anak-anak, tari pendet, penampilan band desa, hingga pertunjukan musik dan tari modern. Suasana semakin meriah dengan penampilan sejumlah penyanyi Pop Bali seperti Budi Arsa, Ary Kencana, Neli Ambarawati, dan Tika Pagraky.
Tak hanya menjadi panggung seni budaya, Kerambitan Creative Space 2026 juga menghadirkan lomba baleganjur ngarap se-Bali yang digelar bersama Yowana Desa Adat Bale Agung Kerambitan. Ribuan warga lanjut usia dari berbagai desa di Kecamatan Kerambitan pun ikut ambil bagian dalam rangkaian acara sehingga kegiatan ini mampu melibatkan berbagai kelompok masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tabanan menyediakan layanan WiFi gratis di kawasan acara. Fasilitas tersebut dimanfaatkan pengunjung, pelaku UMKM, panitia, dan masyarakat untuk mengakses internet, mendukung promosi digital, hingga mempermudah transaksi non-tunai selama penyelenggaraan berlangsung.
Dampak ekonomi juga terlihat dari aktivitas UMKM desa. Selama empat hari pelaksanaan, total transaksi pada stan UMKM desa mencapai Rp107.274.000. Nilai tersebut merupakan akumulasi penjualan yang dibukukan stan milik masing-masing desa dan belum termasuk transaksi yang diperoleh pelaku UMKM lain yang ikut meramaikan kegiatan di luar stan desa.
Selain mencatat nilai transaksi yang cukup besar, kegiatan ini juga melahirkan semangat baru dalam dunia kewirausahaan. Salah satunya ditunjukkan oleh kelompok Wirausaha Muda Desa Kukuh melalui VA.BITES yang memperkenalkan berbagai produk olahan berbahan dasar ubi ungu dan pisang. Di sisi lain, kader serta anggota PKK dari berbagai desa turut memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memasarkan beragam kuliner tradisional, seperti tipat cantok, rujak, entil tista, dan aneka makanan khas lainnya.
Camat Kerambitan, I Putu Adi Supraja menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Kerambitan Creative Space 2026. Menurutnya, keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tabanan, pemerintah desa, desa adat, organisasi kepemudaan, pelaku seni, serta masyarakat.
“Kerambitan Creative Space bukan sekadar sebuah hiburan, tetapi menjadi ruang bersama untuk memperlihatkan kekayaan potensi desa, memperkuat kebersamaan, melestarikan budaya, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Antusiasme masyarakat yang begitu tinggi selama empat hari pelaksanaan menjadi bukti bahwa kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Adi Supraja.
Ia juga menilai capaian transaksi UMKM menjadi bukti bahwa produk lokal memiliki peluang berkembang apabila didukung ruang promosi yang memadai. “Capaian transaksi UMKM desa yang menembus lebih dari seratus juta rupiah menjadi indikator bahwa ekonomi kerakyatan dapat tumbuh melalui kolaborasi. Yang lebih membanggakan lagi adalah munculnya kelompok-kelompok usaha baru dan tumbuhnya semangat berwirausaha di kalangan generasi muda maupun ibu-ibu PKK. Ini menjadi modal sosial yang sangat penting untuk terus kita kembangkan,” tambahnya.
Ke depan, Pemerintah Kecamatan Kerambitan berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar pada 2027 dengan dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Tabanan. “Kami berharap Kerambitan Creative Space dapat kembali dilaksanakan pada tahun 2027 dan terus mendapat fasilitasi anggaran dari Pemerintah Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini telah terbukti menjadi media promosi desa yang efektif, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh potensi yang dimiliki Kecamatan Kerambitan,” harapnya.
Keikutsertaan dalam kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman berharga bagi para pelaku usaha muda. Founder VA.BITES, Kadek Aprilia Pradnyamika mengakui ajang tersebut menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam mengembangkan usaha.
“Melalui Kerambitan Creative Space kami mendapatkan kesempatan yang sangat baik untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat. Kegiatan ini membuat kami semakin yakin bahwa anak-anak muda juga mampu berwirausaha dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada di desa. Kami menjadi lebih semangat untuk terus berinovasi dan mengembangkan usaha ke depannya,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan dan Pemerintah Kecamatan Kerambitan yang telah memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkarya dan mengembangkan usaha.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan dan Pemerintah Kecamatan Kerambitan yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk ikut berpartisipasi. Dukungan seperti ini sangat berarti bagi kami sebagai wirausaha muda, karena tidak hanya membantu memperkenalkan produk, tetapi juga menumbuhkan semangat dan kepercayaan diri untuk terus berkarya serta berkontribusi bagi kemajuan desa,” ucapnya. (BC13)

















