balibercerita.com —
Meningkatnya volume sampah kiriman yang menepi di kawasan Pantai Kuta mendorong Kecamatan Kuta menginisiasi aksi bersih pantai dengan melibatkan berbagai unsur di wilayah Kelurahan Kuta. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya menjaga citra Pantai Kuta sebagai ikon pariwisata Bali.
Aksi bersih pantai pada Jumat (30/1) tersebut melibatkan sejumlah pihak, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kuta, Desa Adat Kuta, pengelola pantai, hingga perwakilan hotel dan akomodasi wisata yang berada di sepanjang garis Pantai Kuta.
Sekretaris Camat (Sekcam) Kuta, I Made Agus Suantara menyampaikan bahwa keterlibatan lintas sektor menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan aksi pro-lingkungan tersebut. “Antusiasme peserta sangat tinggi. Dari yang kami minta masing-masing akomodasi wisata mengirimkan 15 orang, justru banyak yang mengirimkan lebih. Hal ini tentu sangat kami apresiasi,” ujarnya, didampingi Lurah Kuta I Putu Dedik Ardi Ardiana.
Tidak hanya terfokus di satu titik, kegiatan bersih-bersih dilaksanakan secara menyeluruh di sepanjang bentang Pantai Kuta. Area yang menjadi sasaran meliputi Pantai Sekeh, Pantai Jerman, kawasan Tsunami Centre, sekitar Hard Rock Hotel, hingga area Beachwalk.
Aksi ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang tumbuh dari kesadaran bersama. “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya dilakukan sekali atau dua kali. Tanpa ada undangan dari kami pun silakan dilakukan. Karena kebersihan pantai adalah kepentingan kita bersama, baik untuk lingkungan maupun untuk keberlanjutan pariwisata,” tegasnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku pariwisata, Kecamatan Kuta berharap kebersihan Pantai Kuta dapat terus terjaga sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga lingkungan pesisir Bali. (BC5)


















