Kasus DBD di Tabanan Fluktuatif, Warga Diminta Aktif Lakukan PSN

0
130
DBD di Tabanan
Gertak PSN Mingguan dengan melakukan pemeriksaan jentik sebagai upaya pencegahan DBD di Kabupaten Tabanan. (ist)

balibercerita.com –
Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Tabanan masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Dinas kesehatan setempat mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan melalui Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN) yang dilakukan setiap minggu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, Ida Bagus Surya Wira Andi menyebutkan, tren kasus DBD dalam beberapa tahun terakhir mengalami naik turun yang cukup signifikan. “Dalam tujuh tahun terakhir, kasus DBD di Tabanan cenderung naik turun. Bahkan pada tahun 2024 sempat mencapai 1.569 kasus, sebelum menurun menjadi 664 kasus di tahun 2025,” ujarnya.

Baca Juga:   RSU Puri Raharja Buka Program MCU bagi Calon PMI

Pada tahun 2026, tercatat 44 kasus DBD yang tersebar di seluruh kecamatan. Kecamatan Kerambitan menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 9 kasus, diikuti Selemadeg sebanyak 7 kasus, serta Kecamatan Tabanan dan Kediri masing-masing 6 kasus.

Ia menegaskan, kondisi tersebut menunjukkan potensi penularan DBD masih ada sehingga diperlukan upaya pencegahan yang konsisten dari masyarakat. DBD merupakan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang berkembang biak di tempat penampungan air bersih di lingkungan sekitar.

Baca Juga:   Pemkab Tabanan Terima Bantuan Ambulans CSR BPD Bali untuk RSUD Singasana

Penyakit ini dapat menyerang semua kelompok umur dan berisiko menimbulkan komplikasi serius jika tidak segera ditangani. Untuk mencegah penyebaran, masyarakat diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat melalui gerakan 3M Plus.

“Masyarakat diharapkan rutin menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Ditambah dengan penggunaan pelindung diri dan menjaga kebersihan lingkungan,” jelasnya.

Melalui Gertak PSN Mingguan, warga juga didorong melakukan pemeriksaan jentik nyamuk minimal sekali dalam sepekan serta berperan aktif sebagai Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Dinas Kesehatan Tabanan menekankan, keberhasilan pengendalian DBD sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan sarang nyamuk.

Baca Juga:   BLINC 2026 di Bali, Ratusan Tenaga Kesehatan Bahas Penanganan Stroke dan Neurointervensi

Selain itu, warga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot dan sendi, serta muncul bintik merah pada kulit. “Melalui Gertak PSN Mingguan, kami berharap masyarakat semakin sadar dan terlibat aktif dalam pencegahan DBD. Lingkungan bersih, masyarakat sehat, Tabanan bebas DBD,” ucapnya. (BC13)